<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175</id><updated>2011-08-09T19:44:48.676+07:00</updated><title type='text'>Cerita Hikmah Kehidupan</title><subtitle type='html'>Sharing Cerita - Cerita Tentang Hikmah Kehidupan . . . Untuk memacu semangat kita dalam melangkah dan menjalani hidup agar lebih baik . . .</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>40</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-7408331518968532066</id><published>2010-08-29T11:38:00.000+07:00</published><updated>2010-08-29T11:38:25.402+07:00</updated><title type='text'>Tengkorak Berbicara . . .</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/THnkMxVICKI/AAAAAAAAAHg/WSV-5lVBQoI/s1600/hutan-tropis-01.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/THnkMxVICKI/AAAAAAAAAHg/WSV-5lVBQoI/s320/hutan-tropis-01.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, ada seorang pengembara yang suka banyak bicara. Suatu hari, ia menempuh perjalanan yang mengharuskannya melewati sebuah hutan belantara yang jarang sekali diinjak manusia. &lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;div align="center" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ketika sampai di tengah-tengah hutan, tiba-tiba terdengar suara orang berbicara.   Pengembara itu merasa takut, tetapi juga penasaran. "Suara siapakah itu, di tengah-tengah hutan yang sepi begini?" bisiknya dalam hati. Lalu, dengan hati-hati ia mencari asal suara tadi. Akhirnya ia menemukan jawabannya. Suara tadi berasal dari tengkorak manusia yang ada di bawah pohon besar. Alangkah terkejutnya ia.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Dengan rasa tidak percaya, ia memberanikan dirinya mendekat dan bertanya, "Hai tengkorak. Bagaimana kamu bisa sampai di tengah-tengah hutan belantara ini?" &lt;br /&gt;Di luar dugaan, si tengkorak itu bisa mendengar dan menjawab pertanyaannya. "Hai pengembara! Yang membawa aku ke sini adalah mulut yang banyak bicara," jawab si tengkorak. Mengetahui tengkorak bisa mendengar dan berbicara, si pengembara pun jadi sangat terhibur dan terus mengobrol tentang segala hal yang menarik hatinya. Ia merasa menemukan pengalaman yang benar-benar aneh dan sangat menakjubkan. &lt;br /&gt;Saat keluar dari hutan, si pengembara terus teringat dengan kejadian aneh yang dialaminya. Dengan penuh semangat, ia berceritatentang tengkorak yang bisa bicara kepada setiap orang yang dijumpainya. Tentu saja,tidak ada seorang pun yang mau percaya. Malah ada yang mencemooh ceritanya. "Dasar bodoh! Mana ada tengkorak yang bisa bicara!" &lt;br /&gt;Namun, biarpun tidak ada yang mau percaya dengan ceritanya, pengembara itu tetap sajabercerita kepada banyak orang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, cerita tengkorak yang bisa berbicara itu pun terdengar sampai ke istana. Singkat cerita, baginda raja tertarik dan kemudian mengundang pengembara itu ke istana. Kembali, si pengembara menceritakan pengalamannya dengan bangga. &lt;br /&gt;"Baginda, hamba bertemu tengkorak yang bisa bicara. Mungkin baginda bisa menanyakan tentang masa depan kerajaan ini kepada tengkorak itu," bujuk si pengembara. Karena rasa ingin tahu, raja pun mengajak para pengawalnya dan meminta si pengembara menunjukkan jalan ke hutan di mana tengkorak itu berada. &lt;br /&gt;Setibanya di sana,pengembara dengan begitu percaya diri langsung bertanya kepada si tengkorak. "Hai tengkorak, bagaimana kamu bisa sampai di hutan ini?" &lt;br /&gt;Kali ini, tengkorak itu diam membisu. Raja dan para pengawal tampak tidak sabar menunggu. Ketika pengembara itu mengulang pertanyaannya beberapa kali dengan suara lebih keras, tengkorak itu tetap diam membisu. Yang terdengar hanya desau angin dan gaung suara si pengembara. &lt;br /&gt;Melihat hal itu, para pengawal menatap raja dengan pandangan geli. Merasa telah diperdayai, sang raja menjadi murka. Ia memandang marah si pengembara. "Sebenarnya aku tidak percaya omonganmu. Apakah kamu mengira bahwa aku ini raja yang bodoh? Sebenarnya, aku datang ke sini untuk membongkar kebohonganmu. Kamu harus dihukum atas hal ini!" &lt;br /&gt;Sang raja pun langsung memerintahkan hukuman mati untuk si pengembara. Setelah itu, jenazah si pengembara ditinggalkan di sana. Kepalanya diletakkan di samping tengkorak tadi. &lt;br /&gt;Begitu raja dan para pengawalnya pergi meninggalkan tempat itu, tiba-tiba si tengkorak bersuara. "Hai Pengembara! Bagaimana kamu bisa sampai di hutan ini?" &lt;br /&gt;Dan kepala si pengembara pun menjawab, "Yang membawa aku ke sini adalah mulut yang banyak bicara." &lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Teman-teman yang luar biasa!&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;Sering kali pertengkaran, kesalahpahaman, dan permusuhan besar muncul gara-gara omongan yang tidak pada tempatnya. Mereka yang suka mengumbar omongan, sering jadi kurang waspada sehingga mudah menyinggung, merendahkan, atau melecehkan orang lain. Sekilas, masalahseperti ini tampak sepele, tetapi akibatnya bisa fatal. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Alangkah baik,apabila setiap saat kita bisa mengendalikan diri, tahu kapan dan mengapa harus berbicara. Bahkan terkadang bisa diam adalah sikap yang paling bijak, seperti pepatah, "&lt;em&gt;Silent is golden&lt;/em&gt;. Diam adalah emas." &lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Salam sukses, luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/aw_artikel/3472/Tengkorak_Yang_Banyak_Bicara/"&gt;Andrie Wongsoe&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-7408331518968532066?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/7408331518968532066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/08/tengkorak-berbicara.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/7408331518968532066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/7408331518968532066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/08/tengkorak-berbicara.html' title='Tengkorak Berbicara . . .'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/THnkMxVICKI/AAAAAAAAAHg/WSV-5lVBQoI/s72-c/hutan-tropis-01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-1331608458417426229</id><published>2010-06-12T09:12:00.000+07:00</published><updated>2010-06-12T09:12:11.559+07:00</updated><title type='text'>Cinta dan Waktu . . .</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/TBLsve0pFQI/AAAAAAAAAHQ/TPH0qwp_2XE/s1600/kogay.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/TBLsve0pFQI/AAAAAAAAAHQ/TPH0qwp_2XE/s320/kogay.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak. Ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampinga dengan baik.&lt;br /&gt;Namun, suatu ketika datang badai menghempas seluruh pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta.&lt;br /&gt;Tak lama&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu. “Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!” Teriak Cinta. “Aduh! Maaf, Cinta” kata kekayaan, “perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu diperahuku ini.”&lt;br /&gt;Lalu kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan ia tak mendengar teriakan Cinta.&lt;br /&gt;Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik. Tak lama lewatlah Kecantikan. “Kecantikan! bawalah aku bersamamu!”, teriak Cinta. “Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini.” Sahut kecantikan.&lt;br /&gt;Cinta sedih sekali mendengarnya, ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah Kesedihan. “Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu,” kata Cinta. “Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja…” kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, “Cinta! Mari cepat naik perahuku!” Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.&lt;br /&gt;Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakan kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapakah sebenarnya orang tua itu. “Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu.” kata orang itu. “Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku” tanya Cinta heran. “Sebab,” kata orang itu, “hanya Waktu lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu …"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.emotivasi.com/"&gt;emotivasi&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-1331608458417426229?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/1331608458417426229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/06/cinta-dan-waktu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/1331608458417426229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/1331608458417426229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/06/cinta-dan-waktu.html' title='Cinta dan Waktu . . .'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/TBLsve0pFQI/AAAAAAAAAHQ/TPH0qwp_2XE/s72-c/kogay.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-5021202036877833144</id><published>2010-06-11T15:02:00.000+07:00</published><updated>2010-06-11T15:02:07.389+07:00</updated><title type='text'>Saya Mau Berubah . . .</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/TBHtay3UdVI/AAAAAAAAAHI/DA-NgmRnTlk/s1600/kogay.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/TBHtay3UdVI/AAAAAAAAAHI/DA-NgmRnTlk/s320/kogay.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Dikisahkan, di sebuah seminar motivasi, setelah mendengar banyak kiat-kiat dan pelajaran di sana, saatnya para peserta pulang dengan membawa kesan dan semangat yang membara untuk dipraktekkan di kehidupan mereka lebih lanjut. Di antara mereka, beberapa orang tampak mengalami kemajuan yang berarti. Mereka yang merasakan manfaat dan sangat terbantu setelah mengikuti seminar tersebut, memberitahu teman dan saudara-saudaranya bahwa seminar yang diikutinya sangat bagus dan luar biasa. Dia mulai melakukan anjuran yang diajarkan dan mengalami perubahan cara pandang dan kebiasaannya. Dikesehariaannya, dia berusaha terus menyemangati diri sendiri, aktif mengikuti kegiatan yang positif, mengarahkan seluruh perhatiannya pada usaha yang dijalankan, dan hasilnya....perubahan yang luar biasa dikehidupannya! Mengalami kemajuan dan bersyukur!&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ada kelompok yang lain. Setelah mengikuti seminar, mereka juga tampak bersemangat, bersiap-siap untuk mengadakan perubahan, membuat rencana sedetil mungkin. Sayangnya, setelah beberapa saat, rencana yang dibuat tetaplah rencana. Blok mental karena kebiasaan yang dijalani selama ini yakni malas, menunda, tidak bisa menerima penolakan, cepat putus asa saat mengalami benturan, serta cara pandangnya yang negatif terhadap sekelilingnya menyebabkan dia kembali ke pola lama dan mulai menyalahkan keadaan disekelilingnya yang dituduh tidak mendukung dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saat ditanya, Anda pernah mengikuti seminar motivasi? "Oya. Saya pernah mengikutinya, seminar yang bagus, pesertanya banyak dan pembicaranya hebat tetapi apa yang diajarkan tidaklah mudah untuk dijalankan. Karena sukseskan milik orang-orang tertentu, dan sayangnya saya bukanlah orang itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok yang lain lagi. Setelah mengikuti seminar, dia pun mulai mencoba membuat perubahan. Sayangnya, upayanya tidak terlalu kuat sehingga saat orang-orang disekililingnya tidak menyukai perubahan yang dicobanya, dia pun merasa dijauhi dan tidak diterima dilingkungannya. Akhirnya, sudah bisa ditebakkan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pembaca yang budiman, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminar sehebat apapun, teknik secanggih apapun, rumus teori seampuh apapun, selamanya tidak akan mampu merubah manusia jika manusia itu sendiri tidak mau merubah dirinya sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya kehidupan adalah ruang kuliah atau tempat belajar tanpa batas, bagi pembelajar sejati setiap orang bisa menjadi guru bagi dirinya sendiri, bagi pembelajar tulen cepat sekali menyerap apa yang terjadi disekelilingnya dan dengan cerdas mampu mencerna sebagai bahan belajar untuk kemajuan karier dan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi akhirnya semua kembali pada diri sendiri, &amp;nbsp;bagaimana kita mengelola pikiran dan sikap mental dalam menghadapi perubahan, sekaligus secara tegas mau berubah hingga mampu mengaktualisasikan diri sampai ke puncak kesuksesan.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.andriewongso.com/"&gt;Andrie Wongsoe&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-5021202036877833144?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/5021202036877833144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/06/saya-mau-berubah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/5021202036877833144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/5021202036877833144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/06/saya-mau-berubah.html' title='Saya Mau Berubah . . .'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/TBHtay3UdVI/AAAAAAAAAHI/DA-NgmRnTlk/s72-c/kogay.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-3365730734294990607</id><published>2010-06-11T14:41:00.000+07:00</published><updated>2010-06-11T14:41:24.250+07:00</updated><title type='text'>5 Meni Saja . . .</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/TBHocqTnoXI/AAAAAAAAAHA/S0AVYY8d2i4/s1600/kogay.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/TBHocqTnoXI/AAAAAAAAAHA/S0AVYY8d2i4/s320/kogay.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seorang ibu duduk di samping seorang pria di bangku dekat Taman-Main di West Coast Park pada suatu minggu pagi yang indah cerah. “Tuh.., itu putraku yang di situ,” katanya, sambil menunjuk ke arah seorang anak kecil dalam T-shirt merah yang sedang meluncur turun dipelorotan. Mata ibu itu berbinar, bangga.&lt;br /&gt;“Wah, bagus sekali bocah itu,” kata bapak di sebelahnya. “Lihat anak yang sedang main ayunan di bandulan pakai T-shirt biru itu? Dia anakku,” sambungnya, memperkenalkan. Lalu, sambil melihat arloji, ia memanggil putranya. “Ayo Jack, gimana kalau kita sekarang pulang?” Jack, bocah kecil itu, setengah memelas, berkata, “Kalau lima menit lagi,boleh ya, Yahhh? Sebentar lagi Ayah, boleh kan? Cuma tambah lima menit kok,yaaa…?”&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="more-421"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pria itu mengangguk dan Jack meneruskan main ayunan untuk memuaskan hatinya. Menit menit berlalu, sang ayah berdiri, memanggil anaknya lagi. “Ayo, ayo, sudah waktunya berangkat?” Lagi-lagi Jack memohon, “Ayah, lima menit lagilah. Cuma lima menit tok, ya? Boleh ya, Yah?” pintanya sambil menggaruk-garuk kepalanya. Pria itu bersenyum dan berkata, “OK-lah, iyalah…”&lt;br /&gt;“Wah, bapak pasti seorang ayah yang sabar,” ibu yang di sampingnya, dan melihat adegan itu, tersenyum senang dengan sikap lelaki itu. Pria itu membalas senyum, lalu berkata, “Putraku yang lebih tua, John, tahun lalu terbunuh selagi bersepeda di dekat sini, oleh sopir yang mabuk. Tahu tidak, aku tak pernah memberikan cukup waktu untuk bersama John. Sekarang apa pun ingin kuberikan demi Jack, asal saja saya bisa bersamanya biar pun hanya untuk lima menit lagi. Saya bernazar tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi terhadap Jack. Ia pikir, ia dapat lima menit ekstra tambahan untuk berayun, untuk terus bermain. Padahal, sebenarnya, sayalah yang memperoleh tambahan lima menit memandangi dia bermain, menikmati kebersamaan bersama dia, menikmati tawa renyah-bahagianya….”&lt;br /&gt;Hidup ini bukanlah suatu lomba. Hidup ialah masalah membuat prioritas. Berikanlah pada seseorang yang kaukasihi, lima menit saja dari waktumu, dan engkau pastilah tidak akan menyesal selamanya. Prioritas apa yang Anda miliki saat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.emotivasi.com/"&gt;emotivasi&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-3365730734294990607?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/3365730734294990607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/06/5-meni-saja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/3365730734294990607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/3365730734294990607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/06/5-meni-saja.html' title='5 Meni Saja . . .'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/TBHocqTnoXI/AAAAAAAAAHA/S0AVYY8d2i4/s72-c/kogay.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-2863885306341576347</id><published>2010-06-09T10:41:00.000+07:00</published><updated>2010-06-09T10:41:39.632+07:00</updated><title type='text'>Putaran Waktu . . .</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/TA8NSzDmzuI/AAAAAAAAAG4/RXcl8XReQZw/s1600/kogay.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/TA8NSzDmzuI/AAAAAAAAAG4/RXcl8XReQZw/s320/kogay.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Alkisah, ada seorang pelajar di sebuah desa kecil, yang memiliki cita-cita sebagai pegawai pemerintah. Demi mewujudkan cita-citanya, dia berangkat ke ibu &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; untuk menempuh ujian negara. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Di sela perjalanan yang jauh dan melelahkan, si pelajar berhenti sejenak melepas lelah. Tak lama ia pun terbawa dalam lamunan. Muncul perasaan was-was terhadap kemampuan dirinya dan sesaat kemudian dia membayangkan seandainya bisa diterima sebagai pegawai pemerintah. Di tengah asyiknya melamun, tiba-tiba seorang kakek berdiri di hadapannya menyapa: "Hai anak muda, engkau tampak bukan orang dari sini. Hendak ke mana?"&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;"Saya hendak ke ibu &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Kek, mengikuti ujian negara." &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;"Kakek perhatikan dari tadi, apa yang sedang kamu lamunkan?" &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language: FI;"&gt;Mereka pun terlibat pembicaraan seru. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Setelah bertukar pikiran, tiba-tiba sang kakek mengeluarkan suatu benda dari sakunya. Lalu, ia memberikannya kepada si pelajar sambil berkata, "Mungkin ini yang kau perlukan, Nak!" &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;"Sebuah gasing? Bagaimana sebuah gasing dapat mewujudkan cita-cita saya, Kek?" tanya si pemuda keheranan. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV;"&gt;Sang kakek menjawab, "Nak, ini adalah gasing waktu. Jika kamu memutar gasing ini ke kanan, maka kamu akan sampai pada saat dan keadaan yang seperti kamu inginkan." Setelah si pelajar menerima gasing,si kakek pun berlalu pergi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV;"&gt;Merasa aneh, si pelajar segera mencoba kebenaran ucapan sang kakek. Sambil membayangkan keberhasilan dirinya lulus ujian negara, ia memutar gasing ke kanan. Dan tiba-tiba, si pelajar mendapati dirinya berada di depan papan pengumuman ujian negara dan namanya tercantum pada pengumuman kelulusan. Ia sangat gembira. Namun kegembiraannya tidaklah bertahan lama. Muncul perasaan tidak sabar untuk segera bisa bekerja di pemerintahan. Maka ia pun kembali memutar gasingnya ke kanan dan dalam sekejap si pelajar sudah berada pada pekerjaannya di kantor pemerintahan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV;"&gt;Kenikmatan sebagai pegawai pemerintahan juga tidak bertahan lama. Timbul keinginan yang lebih, yaitu sebagai pejabat tinggi pemerintah. Maka segera dia pun kembali memutar gasingnya. Dan pada saat itu juga ia berada pada posisi yang diinginkannya. Kini, ia memutar gasing untuk mempercepat waktu dan menghindari kesulitan dalam mencapai cita-cita telah menjadi kebiasaan si pelajar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV;"&gt;Secepat gasing berputar, si pelajar pun berubah menjadi tua dan menjelang ajal. Ada penyesalan dalam dirinya, "Betapa &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;singkat dan hambarnya&lt;/b&gt; kehidupanku! Alangkah baiknya jika putaran gasing ini dapat mengembalikan aku pada masa lalu.." &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV;"&gt;Dalam kondisi putus asa sang pelajar memutar gasing ke arah yang berlawanan yaitu ke arah kiri. Dan tiba-tiba dia pun terbangun dari tidurnya! Eh, ternyata peristiwa semua tadi hanya mimpi belaka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV;"&gt;Sejenak, si pelajar merasa senang dan bersyukur bahwa semua itu cuma mimpi. Dia pun berjanji pada dirinya sendiri, akan tetap berusaha dan menikmati setiap proses perjuangan untuk mencapai apa yang menjadi cita-citanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV;"&gt;Pembaca yang luar biasa, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV;"&gt;Dalam meraih cita-cita, seringkali kita tidak sabar menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan. Kita bernafsu meraih kesuksesan atau kekayaan dengan cepat dan singkat. Memang seperti filosofi sukses saya, "Sukses adalah Hak Saya!" Akan tetapi, perlu diingat: untuk meraih setiap kesuksesan, kita harus siap bayar harga, siap berjerih payah, dan tidak melanggar hukum moral. Jangan takut pada halangan yang menghadang, siap berjuang dan keluar keringat! &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language: FI;"&gt;Karena sesungguhnya, kenikmatan kesuksesan justru berada pada nilai proses perjuangan yang kita lakukan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Salam sukses, luar biasa!!&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://www.andriewongso.com/"&gt;Andrie Wongso&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-2863885306341576347?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/2863885306341576347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/06/putaran-waktu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/2863885306341576347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/2863885306341576347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/06/putaran-waktu.html' title='Putaran Waktu . . .'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/TA8NSzDmzuI/AAAAAAAAAG4/RXcl8XReQZw/s72-c/kogay.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-2355536603372966399</id><published>2010-05-27T15:08:00.000+07:00</published><updated>2010-05-27T15:08:52.092+07:00</updated><title type='text'>Makna Di Balik Derita . . .</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S_4oGRxXqrI/AAAAAAAAAGw/ILBvPi02hkA/s1600/kogay.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S_4oGRxXqrI/AAAAAAAAAGw/ILBvPi02hkA/s320/kogay.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seorang psikiater asal Austria, &lt;strong&gt;Victor Emil Franklin&lt;/strong&gt; (1905-1997), pernah dipaksa hidup di kamp konsentrasi NAZI. Ayah, ibu, saudara dan istrinya dibunuh semua. Ia sendiri dipaksa menyaksikan berbagai bentuk penyiksaan dan penderitaan. Satu hal yang ia amati dalam pengalaman tragis itu adalah banyaknya tawanan yang meninggal dunia karena ketakutan dan putus asa, bahkan sebelum disiksa. Sementara ada sekelompok tawanan yang disiksa bagaimanapun, dalam penderitaan seperti apapun, mereka tetap tegar bertahan dan bahkan akhirnya selamat seperti dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang bertahan ini kemudian diteliti oleh sang psikiater. Dan ternyata ditemukan fakta mereka bisa bertahan karena mereka memiliki &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;meaningful life&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Mereka bisa menemukan makna di balik penderitaan. Mereka bisa mengatasi ketakutan karena ada makna di balik ketakutan tersebut. Dalam bahasa Nietzsche, "&lt;em&gt;If you know the why, your can bear any how&lt;/em&gt;." &lt;strong&gt;Jika Anda tahu untuk apa Anda menderita, maka Anda akan bisa menahan penderitaan seberat apapun.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita di atas benar-benar menginspirasi kita untuk memberikan makna terhadap segala hal yang terjadi pada diri kita terutama hal-hal yang tidak enak dengan sebuah gambaran yang menyenangkan. Setiap hari silih berganti datang sesuatu yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Kebanyakan kita akan tertawa apabila menemukan kebahagiaan dan sebaliknya akan menangis apabila menemukan hal-hal yang menyedihkan. Itu tidak keliru karena orang pada umumnya memaknai sesuatu persis seperti yang dirasakan oleh perasaan pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apabila kita memaknai sesuatu seperti yang dilihat dan didengar dan dirasakan apa adanya maka akibatnya hidup kita akan sangat rentan untuk berubah setiap saat. Pagi hari mendengar kabar mendapat hadiah, langsung gembira tiada tara. Beberapa jam kemudian mendengar keluarga ada yang sakit langsung menangis. Sore hari bisa jadi tertawa kembali, dll. &lt;br /&gt;Teman-teman &lt;em&gt;netter&lt;/em&gt;, hidup kita dibagi dua; yang pertama hidup jangka pendek dan yang kedua jangka panjang. Agar kita memiliki pola hidup yang konstan, semangat yang stabil dan mental yang kokoh, maka setiap orang harus membuat rancangan dan gambaran hidup di akhir nanti akan seperti apa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah contoh sederhana. Seorang ibu yang hamil selama 9 bulan, bukan tanpa penderitaan. Di awal-awal kehamilan biasanya struktur faal tubuh berubah, dengan sendirinya kimia tubuh pun mempengaruhi fisik secara langsung. Ada rasa mual, rasa tidak nyaman, muntah, enggak enak badan, dll. Bulan semakin berjalan, bukannya tidak ada risiko tambahan, beban pun semakin bertambah. Tapi mengapa seorang ibu tetap masih bertahan dan bahkan tersenyum ketika hamil? Itu karena dia membayangkan bayi mungil yang lucu sebentar lagi akan menemani dia dan menjadi teman hidupnya. Harga kehamilan 9 bulan dengan diiringi rasa sakit dan tidak nyaman nyaris tidak terasa karena memiliki makna lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada contoh lain. Seorang ayah nekat masuk ke dalam kobaran api yang sedang menyala. Ia langsung masuk tanpa tanya sana sini. Ternyata dia mau menolong anaknya yang ada di dalam rumah yang terbakar tersebut. Bagi kita yang tidak memiliki niat di balik kenekatan tersebut, rasa-rasanya tidak akan coba-coba mendekati api yang sedang berkobar. Dan banyak lagi cerita-cerita lain yang menunjukkan heroisme dan secara logika tidak masuk akal orang tersebut melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, kita pun bisa melakukan hal-hal yang "agak nekat" tersebut untuk kepentingan dan kebaikan kita di masa mendatang. Seseorang yang bekerja sangat disiplin, bangun pagi-pagi, berangkat ke kantor, mengadakan rapat, pergi menemui klien. Sore harinya rapat kembali. Dia lakukan berulang kali setiap hari. Ada dua kemungkinan reaksi karyawan yang melakukan rapat dan disiplin tiap hari. Karyawan pertama akan merasa terbebani karena merasa lelah dan capek. Sementara karyawan kedua merasa sangat semangat karena dia sadar dia akan mendapatkan&lt;em&gt; reward&lt;/em&gt; atau penghargaan dari perusahaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus para pekerja Jepang pun menjadi contoh lain yang patut ditiru. Di Jepang, mereka memang memiliki jam kerja yang sama dengan di Indonesia, 8 jam, istirahat 1 jam. Tapi bukannya 8 jam - 1 jam, di sana 8 jam + 1 jam istirahat. Alhasil jam kerja totalnya adalah 9 jam. Hanya memang ketika bekerja, mereka benar-benar bekerja, tidak lagi dibarengi dengan kegiatan lain yang tidak mendukung pekerjaan. Sementara orang Indonesia, ketika jam kerja masih menyempatkan diri untuk berleha-leha, apakah merokok, ngegosip dan ngobrol dengan teman-temannya. Para pekerja di Jepang pun memiliki makna bahwa dengan bekerja mereka memiliki harga diri dan kebanggaan yang tinggi karena bisa membangun negaranya lewat pekerjaan dia. Tidak heran dengan semangat bekerjanya, Jepang menjadi negara yang sangat diperhitungkan di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu contoh lagi yang bisa dijadikan analogi betapa penderitaan yang kita alami bisa memiliki makna yang sangat dalam. Hal ini terjadi pada orang yang berpuasa. Logikanya tubuh membutuhkan nutrisi untuk aktivitas dan kegiatan sehari-hari. Tapi karena ingin meraih sesuatu makna yang lebih dalam, seseorang melakukan puasa seharian, tidak makan, tidak minum. Hanya kekuatan makna di balik puasa tersebut sajalah yang bisa membuat seseorang bertahan dan bahkan gembira menjalankan puasa. Bahkan sebagian orang sama sekali tidak merasakan lapar atau haus secara berlebihan karena sudah biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan selanjutnya, apa tujuan Anda di masa mendatang?&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Apakah Anda benar-benar yakin bahwa tujuan hidup tersebut memberikan arti yang sangat dalam bagi Anda? Kalau YA, &lt;strong&gt;pasti Anda akan mau membayar harganya&lt;/strong&gt;, apapun tidak ada tawar menawar. Ini bukti dari kesungguhan seseorang untuk mengejar makna yang berefek pada eksistensi diri dan harapan yang akan datang. Semua pekerjaan menjadi sangat ringan ketika ada pemaknaan di balik penderitaan.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/artikel_anda/3303/Makna_di_Balik_Derita/"&gt;Ade Asep Syarifuddin&amp;nbsp; - andriewongso&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-2355536603372966399?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/2355536603372966399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/05/makna-di-balik-derita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/2355536603372966399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/2355536603372966399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/05/makna-di-balik-derita.html' title='Makna Di Balik Derita . . .'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S_4oGRxXqrI/AAAAAAAAAGw/ILBvPi02hkA/s72-c/kogay.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-632127270559429179</id><published>2010-05-27T14:29:00.000+07:00</published><updated>2010-05-27T14:29:39.748+07:00</updated><title type='text'>Tidak Ada Jalan yang Rata Untuk Sukses . . .</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S_4fRe11ThI/AAAAAAAAAGo/YEjZn9cueKs/s1600/kogay.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S_4fRe11ThI/AAAAAAAAAGo/YEjZn9cueKs/s320/kogay.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Di pagi hari buta, terlihat seorang pemuda dengan bungkusan kain berisi bekal di punggungnya tengah berjalan dengan tujuan mendaki ke&lt;br /&gt;puncak gunung yang terkenal. &lt;br /&gt;Konon kabarnya, di puncak gunungitu terdapat pemandangan indah layaknya berada di surga. Sesampai di lereng gunung, terlihat sebuah rumah kecil yang dihuni oleh seorang kakek tua. &lt;br /&gt;Setelah menyapa pemilik rumah, pemuda mengutarakan maksudnya "Kek, saya ingin mendaki gunung ini. Tolong kek, tunjukkan jalan yang paling mudah untuk mencapai ke puncak gunung". &lt;br /&gt;Si kakek dengan enggan mengangkat tangan dan menunjukkan tiga jari ke hadapan pemuda, &lt;br /&gt;"Ada 3 jalan menuju puncak,&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; kamu bisa memilih sebelah kiri, tengah atau sebelah kanan?" &lt;br /&gt;"Kalau saya memilih sebelah kiri?" &lt;br /&gt;"Sebelah kiri melewati banyak bebatuan". setelah berpamitan dan mengucap terima kasih, si pemuda bergegas melanjutkan perjalanannya. Beberapa jam kemudian dengan peluh bercucuran, si pemuda terlihat kembali di depan pintu rumah si kakek. &lt;br /&gt;"Kek, saya tidak sanggup melewati terjalnya batu-batuan". "Jalan sebelah mana lagi yang harus aku lewati kek?" &lt;br /&gt;Si kakek dengan tersenyum mengangkat lagi 3 jari tangannya menjawab "Pilihlah sendiri, kiri, tengah atau sebelah kanan?" &lt;br /&gt;"Jika aku memilih jalan sebelah kanan?" &lt;br /&gt;"Sebelah kanan banyak semak berduri". Setelah beristirahat sejenak, si pemuda berangkat kembali mendaki. Selang beberapajam kemudian, dia kembali lagi ke rumah si kakek. &lt;br /&gt;Dengan kelelahan si pemuda berkata, "Kek, aku sungguh-sungguh ingin mencapai puncak gunung. Jalan sebelah kanan dan kiri telah aku tempuh,rasanya aku tetap berputar-putar di tempat yang sama sehingga aku tidak berhasil mendaki ke tempat yang lebih tinggi dan harus kembali kemari tanpa hasil yang kuinginkan, tolong kek tunjukkan jalan lain yang rata dan lebih mudah agar aku berhasil mendaki hingga ke puncak gunung" &lt;br /&gt;Si kakek serius mendengarkan keluhan si pemuda, sambil menatap tajam dia berkata tegas &lt;em&gt;"Anak muda! Jika kamu ingin sampai ke puncak gunung, tidak ada jalan yang rata dan mudah! Rintangan berupa bebatuan dan semak berduri, harus kamu lewati, bahkan kadang jalan buntu pun harus kamu hadapi. Selama keinginanmu untuk mencapaipuncak itu tetap tidak goyah, hadapi semua rintangan! Hadapi semua tantangan yang ada! Jalani langkahmu setapak demi setapak, kamu pasti akan berhasil mencapai puncak gunung itu seperti yang kamu inginkan! dan nikmatilah pemandangan yang luar biasa !!! Apakah kamu mengerti?&lt;/em&gt;  &lt;br /&gt;Dengan takjub si pemuda mendengar semua ucapan kakek, sambil tersenyum gembira dia menjawab "Saya mengerti kek, saya mengerti! Terima kasih kek! Saya siap menghadapi selangkah demi selangkah setiap rintangan dan tantangan yang ada! Tekad saya makin mantap untuk mendaki lagi sampai mencapai puncak gunung ini. &lt;br /&gt;Dengan senyum puassi kakek berkata, "Anak muda, Aku percaya kamu pasti bisa mencapai puncak gunung itu!" selamat berjuang!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tidak ada jalan yang rata untuk sukses!&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sama seperti analogi Proses pencapaian mendaki gunung tadi. Untuk meraih sukses seperti yang kita inginkan, Tidak ada jalan rata! tidak ada jalan pintas! Sewaktu-waktu, rintangan, kesulitan dan kegagalan selalu datang menghadang. Kalau mental kita lemah, takut tantangan , tidak yakin pada diri sendiri, maka apa yang kita inginkan pasti akan kandas ditengah jalan.&lt;br /&gt;Hanya dengan mental dan tekad yang kuat, mempunyai komitmen untuk tetap berjuang, barulah kita bisa menapak di puncak kesuksesan.&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Salam sukses luar biasa !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.andriewongso.com/awartikel-69-AW_Artikel-Tidak_Ada_Jalan_Yang_Rata_Untuk_Sukses%21"&gt;andriewongso&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-632127270559429179?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/632127270559429179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/05/tidak-ada-jalan-yang-rata-untuk-sukses.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/632127270559429179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/632127270559429179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/05/tidak-ada-jalan-yang-rata-untuk-sukses.html' title='Tidak Ada Jalan yang Rata Untuk Sukses . . .'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S_4fRe11ThI/AAAAAAAAAGo/YEjZn9cueKs/s72-c/kogay.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-7526634435563512994</id><published>2010-05-18T10:50:00.000+07:00</published><updated>2010-05-18T10:50:40.184+07:00</updated><title type='text'>3 Hari Dalam Hidup Ini . . .</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S_IOgSUEDUI/AAAAAAAAAGY/nqaPZbVimTY/s1600/hari.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S_IOgSUEDUI/AAAAAAAAAGY/nqaPZbVimTY/s320/hari.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama : Hari kemarin.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; Kita tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.&lt;br /&gt;Kita tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.&lt;br /&gt;Kita tak mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulangi kegembiraan yang Kita rasakan kemarin.&lt;br /&gt;Biarkan hari kemarin lewat dan beristirahat dengan tenang;&lt;br /&gt;lepaskan saja…&lt;br /&gt;&lt;span id="more-267"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Hari kedua : hari esok.&lt;br /&gt;Hingga mentari esok hari terbit,&lt;br /&gt;Kita tak tahu apa yang akan terjadi.&lt;br /&gt;Kita tak bisa melakukan apa-apa esok hari.&lt;br /&gt;Kita tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.&lt;br /&gt;Esok hari belum tiba; toh belum tentu esok hari Kita merengkuhnya&lt;br /&gt;biarkan saja…&lt;br /&gt;Yang tersisa kini hanyalah hari ini.&lt;br /&gt;Pintu masa lalu telah tertutup,&lt;br /&gt;Pintu masa depan pun belum tiba.&lt;br /&gt;Pusatkan saja diri Kita untuk hari ini.&lt;br /&gt;Kita dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila Kita mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari.&lt;br /&gt;Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.&lt;br /&gt;Hiduplah apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini, hari ini yang abadi.&lt;br /&gt;Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada Kita.&lt;br /&gt;Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti.&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa Kita menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri Kita sendiri&lt;br /&gt;Jadi, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu&lt;br /&gt;bingung, lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan sekarang juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://resensi.net/"&gt;resensi.net&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-7526634435563512994?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/7526634435563512994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/05/3-hari-dalam-hidup-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/7526634435563512994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/7526634435563512994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/05/3-hari-dalam-hidup-ini.html' title='3 Hari Dalam Hidup Ini . . .'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S_IOgSUEDUI/AAAAAAAAAGY/nqaPZbVimTY/s72-c/hari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-8492114588346178862</id><published>2010-04-30T13:18:00.000+07:00</published><updated>2010-04-30T13:18:35.525+07:00</updated><title type='text'>Sukses . . . &amp; Arogansi . . .</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S9p1tYmtVEI/AAAAAAAAAGQ/x3pFXfFXto8/s1600/arogansi.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S9p1tYmtVEI/AAAAAAAAAGQ/x3pFXfFXto8/s320/arogansi.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Seorang CEO dari perusahaan Fortune 100 mengatakan, “Success can lead to arrogance. When we are arrogant, we quit listening. When we quit listening, we stop changing. In today’s rapidly moving world, if we quit changing, we will ultimately fail.” (Sukses bisa membuat kita jadi arogan. Saat kita arogan, kita berhenti mendengarkan. Ketika kita berhenti mendengarkan, kita berhenti berubah. Dan di dunia yang terus berubah dengan begitu cepatnya seperti sekarang, kalau kita berhenti berubah, maka kita akan gagal). Itulah sisi negatif dari kesuksesan, yakni arogansi. Arogansi muncul&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; saat seseorang merasa diri paling hebat, paling luar biasa, dan paling baik dibandingkan dengan yang lainnya. Penyakit mental ini bisa menjangkiti apa dan siapa saja, mulai dari organisasi, produk, pemimpin, sampai orang biasa. Khusus pada tulisan ini, kita akan membicarakan soal manusianya.&lt;span id="more-425"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang sukses lalu bersombong ria sebenarnya patut disayangkan. Bayangkan saja, saat berjuang keras menggapai kesuksesan, mereka begitu terbuka untuk belajar. Mereka mau mendengarkan. Mereka mau berjerih payah, berani hidup susah, dan mengorbankan diri. Bahkan, mereka tampak sangat ‘merakyat’ hidupnya. Akan tetapi, itu dulu. Sayang sekali, saat kesuksesan datang, mereka lupa diri. Mungkin dia akan berkata, “Saya sudah berhasil mencapai yang terbaik. Sekarang, Andalah yang harus mendengarkan saya. Saya tidak perlu lagi mendengarkan Anda.” Hal itu diperparah lagi ketika mereka dikelilingi oleh para ‘yes man’ yang tidak berani angkat bicara soal kekurangan orang ini. Hal ini membuat orang itu semakin ‘megalomania’ , pongah, angkuh, dan egois. Ia terbelenggu oleh kesuksesannya sendiri. Ia tidak pernah belajar lagi.&lt;br /&gt;Ada Seorang Pebisnis, dia menceritakan susah payahnya membangun bisnisnya. Cerita yang mengharukan sekaligus heroik ketika dia harus tidur di kolong jembatan saat tiba di Jakarta ketika remaja. Dengan susah payah dia merangkak dari bawah untuk bertahan hidup. Menikah tanpa uang sepeser pun. Hidup di rumah kontrakan kecil. Akan tetapi, dia tidak patah arang. Dia mengamati cara kerja orang sukses, mencontoh, dan memodifikasi sendiri produknya. Sekarang, dia pun berjaya. Tiga pabrik besar ada di genggamannya.&lt;br /&gt;Namun, sayang sekali. Perusahan itu sedang diterpa badai masalah internal. Pemicunya tak lain adalah sikap pemimpin yang arogan. Dia otoriter dan antikritik. “Kalau saya bisa, kalian juga harus bisa,” katanya pongah. Dia pun menolak ide-ide baru. Dia mengelola perusahaan dengan serampangan. Turn over karyawan pun tinggi. Sisanya hanya kelompok para ‘penjilat’ yang tidak berani melawan. Dia menginginkan anak buahnya di-training. Padahal, dia sendiri yang perlu up date diri dengan training.&lt;br /&gt;Arogansi bisa menghampiri siapa saja. Termasuk seorang pendidik, guru, dosen, yang tiap hari memberi suatu bagi orang lain.&lt;br /&gt;Dari situ, kita belajar banyak untuk hati-hati. Kesuksesan jangan membuat kita arogan dan cenderung self centered serta tidak mau mendengarkan orang lain. Dunia begitu mengenal sosok Mao, Hitler, ataupun Stalin. Mereka berjuang dari basis bawah menuju pucuk kepemimpinan. Mereka pun berjuang untuk perubahan di masyarakatnya. Idealisme mereka sangat luar biasa. Orang pun dibuatnya kagum. Namun, mereka lupa daratan ketika sukses. Mereka memonopoli kebenaran tunggal alias antikritik dan antipembaruan. Mereka memimpin dengan tangan besi. Korban pun bergelimpangan dari tangannya. Begitu juga dalam sejarah bisnis. IBM yang begitu besar dan terkenal pernah mengalami kemerosotan saat arogansi membekap sikap dan pikiran para pemimpin mereka.&lt;br /&gt;Terjebak retorika&lt;br /&gt;Namun, itulah yang terjadi apabila orang berhenti belajar dan merasa diri sudah selesai. Tanpa dia sadari, lingkungannya terus belajar, berinovasi, dan berkembang. Sementara, dia mandek di posisinya. Akibatnya, kue kesuksesan yang dia peroleh lama-kelamaan menjadi basi. Tanpa sadar, kompetitor mereka bergerak jauh meninggalkan dirinya di belakang. Mereka terjebak dalam retorika, kalimat, jurus yang itu-itu saja alias usang. Arogansi telah menutup hati dan pikirannya untuk kreatif menemukan jurus dan tip-tip baru mempertahankan sekaligus mengembangkan kesuksesannya. Di sinilah, arogansi berujung pada malapetaka dan kehancuran.&lt;br /&gt;Jadi, bagaimanakah tipnya agar kesuksesan kita tidak berubah menjadi arogansi?&lt;br /&gt;Pertama- Aware (sadar) dengan sikap dan tingkah laku kita selalu. Meskipun sudah sukses, kita perlu memberi waktu untuk menyadari sikap dan perilaku kita di mata orang lain. Selalulah sadar apakah nada dan ucapan serta tindak tanduk kita sekarang semakin membuat banyak orang lain terluka? Apakah kita masih tetap menghargai orang lain? Apalagi orang-orang yang telah turut membawa Anda ke level sukses sekarang, apakah Anda hargai? Jangan sampai, tatkala masih bersusah payah, kita begitu respek, tetapi setelah sukses justru mencampakkan mereka.&lt;br /&gt;Kedua- Waspadai umpan balik yang hanya menghibur kita tetapi tidak membuat kita belajar lagi. Hati-hati dengan orang di sekeliling kita yang hanya mengatakan hal bagus, tetapi tidak berani memberikan masukan yang baik. Kadang, masukan negatif juga kita perlukan demi perkembangan, sesukses apa pun kita.&lt;br /&gt;Ketiga- Awasi dan peka dengan perubahan yang terjadi. Dalam buku Who Moved My Cheese disimpulkan bahwa kita harus selalu mencium keju kita, apakah sudah basi ataukah mulai diambil orang lain. Kita pun harus terus mencium dan peka bagaimana orang lain mengembangkan dirinya serta bisa jadi ancaman bagi kita. Jangan pula merasa diri paling hebat dan lupa belajar.&lt;br /&gt;Keempat- Sopan dan rendah hati untuk belajar dari orang lain.&lt;br /&gt;Semoga tulisan ini menginspirasi Anda untuk meraih sukses sejati. Kesuksesan yang membuat Anda tidak arogan. Baiknya kita tutup tulisan ini dengan kalimat kuno yang seringkali sudah kita dengar. “Di atas langit masih ada langit yang lain”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://resensi.net/"&gt;resensi.net&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-8492114588346178862?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/8492114588346178862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/04/sukses-arogansi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/8492114588346178862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/8492114588346178862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/04/sukses-arogansi.html' title='Sukses . . . &amp; Arogansi . . .'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S9p1tYmtVEI/AAAAAAAAAGQ/x3pFXfFXto8/s72-c/arogansi.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-6659863175407836285</id><published>2010-04-30T13:06:00.000+07:00</published><updated>2010-04-30T13:06:42.267+07:00</updated><title type='text'>Pribadi TO DO, TO HAVE, atau TO BE ???</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S9pzaNgJ3zI/AAAAAAAAAGI/xnU2bZyK2Sc/s1600/pribadi.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S9pzaNgJ3zI/AAAAAAAAAGI/xnU2bZyK2Sc/s320/pribadi.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;“Kegembiraan terbesar dalam hidup adalah keyakinan bahwa kita dicintai. Oleh karenanya, kita membagikan cinta bagi orang lain.” (Victor Hugo) Tidak ada yang bisa menghentikan waktu. Ia terus maju. Umur terus bertambah. Manusia pun mengalami babak-babak dalam hidupnya. Saat masuk fase dewasa, orang memasuki tiga tahapan kehidupan.&lt;br /&gt;Ada masa di mana orang terfokus untuk melakukan sesuatu (to do). Ada saat memfokuskan diri untuk mengumpulkan (to have). Ada yang giat mencari makna hidup (to be). Celakanya, tidak semua orang mampu melewati tiga tahapan proses itu.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Fase pertama, fase to do. Pada fase ini, orang masih produktif. Orang bekerja giat dengan seribu satu alasan. Tapi, banyak orang kecanduan kerja, membanting tulang, sampai mengorbankan banyak hal, tetap tidak menghasilkan buah yang lebih baik. Ini sangat menyedihkan. Orang dibekap oleh kesibukan, tapi tidak ada kemajuan. Hal itu tergambar dalam cerita singkat ini. Ada orang melihat sebuah sampan di tepi danau. Segera ia meloncat dan mulailah mendayung. Ia terus mendayung dengan semangat. Sampan memang bergerak. Tapi, tidak juga menjauh dari bibir danau. Orang itu sadar, sampan itu masih terikat dengan tali di sebuah tiang.&lt;span id="more-429"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nah, kebanyakan dari kita, merasa sudah bekerja banyak. Tapi, ternyata tidak produktif. Seorang kolega memutuskan keluar dari perusahaan. Ia mau membangun bisnis sendiri. Dengan gembira, ia mempromosikan bisnisnya. Kartu nama dan brosur disebar. Ia bertingkah sebagai orang sibuk.&lt;br /&gt;Tapi, dua tahun berlalu, tapi bisnisnya belum menghasilkan apa-apa. Tentu, kondisi ini sangat memprihatinkan. Jay Abraham, pakar motivasi bidang keuangan dan marketing pernah berujar, “Banyak orang mengatakan berbisnis. Tapi, tidak ada hasil apa pun. Itu bukanlah bisnis.” Marilah kita menengok hidup kita sendiri. Apakah kita hanya sibuk dan bekerja giat, tapi tanpa sadar kita tidak menghasilkan apa-apa?&lt;br /&gt;Fase kedua, fase to have. Pada fase ini, orang mulai menghasilkan. Tapi, ada bahaya, orang akan terjebak dalam kesibukan mengumpulkan harta benda saja. Orang terobesesi mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Meski hartanya segunung, tapi dia tidak mampu menikmati kehidupan. Matanya telah tertutup materi dan lupa memandangi berbagai keindahan dan kejutan dalam hidup. Lebih-lebih, memberikan secuil arti bagi hidup yang sudah dijalani. Banyak orang masuk dalam fase ini.&lt;br /&gt;Dunia senantiasa mengundang kita untuk memiliki banyak hal. Sentra-sentra perbelanjaan yang mengepung dari berbagai arah telah memaksa kita untuk mengkonsumsi banyak barang.&lt;br /&gt;Bahkan, dunia menawarkan persepsi baru. Orang yang sukses adalah orang yang mempunyai banyak hal. Tapi, persepsi keliru ini sering membuat orang mengorbankan banyak hal. Entah itu perkawinan, keluarga, kesehatan, maupun spiritual.&lt;br /&gt;Secara psikologis, fase itu tidaklah buruk. Harga diri dan rasa kepuasan diri bisa dibangun dengan prestasi-prestasi yang dimiliki. Namun, persoalan terletak pada kelekatannya. Orang tidak lagi menjadi pribadi yang merdeka.&lt;br /&gt;Seorang sahabat yang menjadi direktur produksi membeberkan kejujuran di balik kesuksesannya. Ia meratapi relasi dengan kedua anaknya yang memburuk. “Andai saja meja kerja saya ini mampu bercerita tentang betapa banyak air mata yang menetes di sini, mungkin meja ini bisa bercerita tentang kesepian batin saya…,” katanya.&lt;br /&gt;Fase itu menjadi pembuktian jati diri kita. Kita perlu melewatinya. Tapi, ini seperti minum air laut. Semakin banyak minum, semakin kita haus. Akhirnya, kita terobsesi untuk minum lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;Fase ketiga, fase to be. Pada fase ini, orang tidak hanya bekerja dan mengumpulkan, tapi juga memaknai. Orang terus mengasah kesadaran diri untuk menjadi pribadi yang semakin baik. Seorang dokter berkisah. Ia terobesesi menjadi kaya karena masa kecilnya cukup miskin. Saat umur menyusuri senja, ia sudah memiliki semuanya. Ia ingin mesyukuri dan memaknai semua itu dengan membuka banyak klinik dan posyandu di desa-desa miskin.&lt;br /&gt;Memaknai hidup&lt;br /&gt;Ia memaknai hidupnya dengan menjadi makna bagi orang lain. Ada juga seorang pebisnis besar dengan latar belakang pertanian hijrah ke desa untuk memberdayakan para petani. Keduanya mengaku sangat menikmati pilihannya itu.&lt;br /&gt;Fase ini merupakan fase kita menjadi pribadi yang lebih bermakna. Kita menjadi pribadi yang berharga bukan karena harta yang kita miliki, melainkan apa yang bisa kita berikan bagi orang lain.&lt;br /&gt;Hidup kita seperti roti. Roti akan berharga jika bisa kita bagikan bagi banyak orang yang membutuhkan. John Maxwell dalam buku Success to Significant mengatakan “Pertanyaan terpenting yang harus diajukan bukanlah apa yang kuperoleh. Tapi, menjadi apakah aku ini?”&lt;br /&gt;Nah, Mahatma Gandhi menjadi contoh konkret pribadi macam ini. Sebenarnya, ia menjadi seorang pengacara sukses. Tapi, ia memilih memperjuangkan seturut nuraninya. Ia menjadi pejuang kemanusiaan bagi kaum papa India.&lt;br /&gt;Nah, di fase manakah hidup kita sekarang? Marilah kita terobsesi bukan dengan bekerja atau memiliki, tetapi menjadi pribadi yang lebih matang, lebih bermakna dan berkontribusi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.emotivasi.com/2008/09/07/pribadi-to-do-to-have-atau-to-be/#more-429"&gt;emotivasi&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-6659863175407836285?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/6659863175407836285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/04/pribadi-to-do-to-have-atau-to-be.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/6659863175407836285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/6659863175407836285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/04/pribadi-to-do-to-have-atau-to-be.html' title='Pribadi TO DO, TO HAVE, atau TO BE ???'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S9pzaNgJ3zI/AAAAAAAAAGI/xnU2bZyK2Sc/s72-c/pribadi.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-5627127932960825690</id><published>2010-04-30T13:00:00.000+07:00</published><updated>2010-04-30T13:00:41.730+07:00</updated><title type='text'>9 Renungan Motivasi . . .</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S9px_AIjvgI/AAAAAAAAAGA/GJLHMV3MF9c/s1600/renungan.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S9px_AIjvgI/AAAAAAAAAGA/GJLHMV3MF9c/s320/renungan.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Berikut ini&amp;nbsp; artikel untuk merubah Cara Pandang di dalam diri sendiri (Self Reframing) : &lt;b&gt;1.TAKLUKKAN DIRI SENDIRI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;“Dia yang bisa menaklukkan orang lain adalah manusia kuat.&lt;br /&gt;Dia yang bisa menaklukkan dirinya sendiri adalah manusia super.” (Lao Tze)&lt;br /&gt;Perenungan Diri:&lt;br /&gt;1. Malam hari sambil berbaring tidur, ambil waktu 1 - 2 menit.&lt;br /&gt;2. Lakukan refleksi kegiatan hari ini secara cepat saja.&lt;br /&gt;3. Tanyakan ke dalam diri sendiri: “Apakah masih ada emosi negatif yang tersimpan dalam diriku saat ini ?”&lt;br /&gt;4. Lalu, tarik nafas yang dalam dan tahan nafas selama yang bisa Anda lakukan.&lt;br /&gt;5. Bayangkan kejadian yang menimbulkan emosi negatif tersebut.&lt;br /&gt;6. Buang dan lepaskan dengan menghembuskan nafas sepanjang mungkin.&lt;span id="more-431"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;7. Lanjutkan dengan bernafas perlahan saja, dan makin perlahan, sampai seluruh badan terasa rileks bak tanpa otot.&lt;br /&gt;8. Diam sejenak dan ambil keputusan untuk berubah, misalnya: “Besok mau senyum aja aaah…” dan tidurlah dengan senyum… zzz…zzz…&lt;br /&gt;Karena jika dengan ikhlas kita mulai bisa menaklukkan diri sendiri, maka kekalahan bukan lagi kekalahan, bukan?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;2. BELAJAR DARI KEKALAHAN&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;“Jika Anda belajar sesuatu dari kekalahan,&lt;br /&gt;sesungguhnya Anda tidak kalah” ( Zig Ziglar )&lt;br /&gt;Saat Anda “merasa” kalah, lakukan berikut:&lt;br /&gt;- Duduk diam dan tarik nafas panjang&lt;br /&gt;- Cari penyebab kekalahan tersebut (cepat saja)&lt;br /&gt;- Ambil pelajaran dari kekalahan itu&lt;br /&gt;- Pejamkan mata: Tersenyumlah dan bersyukur&lt;br /&gt;- Hembuskan nafas secepat mungkin&lt;br /&gt;- Bangkit dan lompatlah setinggi mungkin&lt;br /&gt;“Jika Anda belajar sesuatu dari kekalahan,&lt;br /&gt;sesungguhnya Anda tidak kalah”&lt;br /&gt;Pasti ada hikmah dari setiap kejadian, walau diberi nama “kalah”.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. PELAUT TANGGUH …&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;(Bayangkan WS Rendra, ucapkan syukur dan hormat sebagai rasa kagum pada dia, masuk ke dalam diri dia dan bacakan lirik di bawah ini, bak WS Rendra)&lt;br /&gt;Hidup adalah rangkaian masalah.&lt;br /&gt;Jika kita melihatnya sebagai masalah.&lt;br /&gt;Hidup adalah rangkaian tantangan.&lt;br /&gt;Jika kita melihatnya sebagai peluang.&lt;br /&gt;Tantangan penting untuk otot pikiran.&lt;br /&gt;Tantangan membuat kita bertumbuh.&lt;br /&gt;Tantangan membuat kita kreatif.&lt;br /&gt;(baca berikut ini sambil hembuskan nafas)&lt;br /&gt;Bersyukurlah jika kita mempunyai tantangan.&lt;br /&gt;Karena artinya kita memiliki peluang.&lt;br /&gt;(tahan nafas di perut dan baca dengan keyakinan kuat)&lt;br /&gt;Ya, sebuah peluang untuk Menang.&lt;br /&gt;Pepatah kuno mengatakan:&lt;br /&gt;“Lautan yang tenang,&lt;br /&gt;tidak menghasilkan pelaut yang tangguh”&lt;br /&gt;Atasilah masalah dengan:&lt;br /&gt;Tetaplah tersenyum.&lt;br /&gt;Tetaplah bergandengan tangan.&lt;br /&gt;Kita hanyalah berbeda, itu saja.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. GIAT BEKERJA KUNCI SUKSES&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;“Tidak Ada Jalan yg Mulus utk Sukses,&lt;br /&gt;Giat Bekerja Adalah Kuncinya” (George G Williams )&lt;br /&gt;Perenungan Diri:&lt;br /&gt;Hasil penelitian mengatakan bahwa Ketekunan, Keuletan, Kegigihan akan membuat&lt;br /&gt;otot di seluruh tubuh kuat, baik otot badan, otot tangan, otot kaki, bahkan&lt;br /&gt;“otot” di otak kita. Yang paling penting adalah membuat kuat Otot Pikiran kita.&lt;br /&gt;“Anda tidak mungkin memahami Work Smart,&lt;br /&gt;sebelum Anda memiliki mental Work Hard” (Krishnamurti)&lt;br /&gt;Situasi Indonesia boleh tidak menentu,&lt;br /&gt;tetapi nasib kita haruslah kita yang menentukan.&lt;br /&gt;Kita cukup bergiat pada hal yang bisa kita kendalikan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. SIAPA YANG KAYA?&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;“Siapa yang kaya?&lt;br /&gt;Dia yang bersukacita dengan apa yang dimilikinya.” (Benjamin Franklin)&lt;br /&gt;Perenungan Diri:&lt;br /&gt;Bersukacita dan bersyukur dengan apa yang kita miliki, justru akan membuat&lt;br /&gt;kita semakin bertambah makmur dan sejahtera. Hukum alam semesta mengenai&lt;br /&gt;sukses ini sebenarnya sederhana sekali. Kita hanya perlu keyakinan diri&lt;br /&gt;saja bahwa hal ini benar.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. CHOOSE TO BE HAPPY …&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;We always have a choice&lt;br /&gt;We can choose to be happy&lt;br /&gt;or we can choose to be grumpy&lt;br /&gt;But It’s always better, smarter and wiser&lt;br /&gt;to choose to be happy… (Melody Ross)&lt;br /&gt;Perenungan diri: (baca dalam hati dengan tempo lambat)&lt;br /&gt;“Bukankah hidup ini adalah pilihan?” (baca lebih lambat)&lt;br /&gt;“Bukankah hidup ini adalah pilihan?” (baca lebih lambat lagi)&lt;br /&gt;“Bukankah hidup ini adalah pilihan?”&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. SETIA PADA HAL KECIL&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Bukan tindakan besar dan hebat,&lt;br /&gt;yang menentukan hidup kita,&lt;br /&gt;melainkan kesetiaan dalam menekuni&lt;br /&gt;pekerjaan-pekerjaan kecil dan tidak berarti …. (bunda Teresa)&lt;br /&gt;Perenungan Diri:&lt;br /&gt;Bacalah pesan di atas berulang-ulang sampai meresap.&lt;br /&gt;Bisa dengan cara pelan, sangat pelan, bahkan sangat, sangat pelan.&lt;br /&gt;Boleh juga baca dalam hati dengan perasaan mantap.&lt;br /&gt;Atau, diulang-ulang dalam hati untuk bagian tertentu.&lt;br /&gt;“kesetiaan menekuni pekerjaan-pekerjaan kecil”&lt;br /&gt;“kesetiaan menekuni pekerjaan yang tidak berarti”&lt;br /&gt;Ya, memang mudah untuk dibaca, namun perlu kebesaran hati untuk mencerna.&lt;br /&gt;Dan, tekad besar untuk menelannya.&lt;br /&gt;Agar jadi bagian indah dalam gelora darah kita.&lt;br /&gt;Karena sang musuh adalah di ego diri.&lt;br /&gt;Tapi, mungkin!&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. IMPIAN PERLU UJIAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Baca gaya retorik Bung Karno)&lt;br /&gt;kala impian membuat kita berbeda&lt;br /&gt;kala cara pikir kita ditertawakan&lt;br /&gt;kala senyuman kita disiniskan&lt;br /&gt;kala warna semangat mulai meluntur&lt;br /&gt;kala impian membuat hati bias&lt;br /&gt;justru teruslah maju dan berpegang&lt;br /&gt;teruslah berpegang pada impian kita&lt;br /&gt;bangunlah keyakinan demi keyakinan&lt;br /&gt;bukankah layang-layang terbang tinggi&lt;br /&gt;karena melawan arah angin&lt;br /&gt;(tarik nafas dalam dan tahan, lalu lanjutkan baca dengan keyakinan)&lt;br /&gt;impian kita hanya perlu diuji&lt;br /&gt;diuji untuk membangun keyakinan&lt;br /&gt;(baca berikut ini sambil hembuskan nafas panjang)&lt;br /&gt;keyakinan untuk mencapainya&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9. TUM SPIRO, SPERO&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;“Tum Spiro, Spero” artinya:&lt;br /&gt;“Selama Kita Bernafas, Kita Berusaha”&lt;br /&gt;Buanglah kata menyerah dalam hidup ini.&lt;br /&gt;Hidup ini sangat berarti, berkaryalah.&lt;br /&gt;Karena kita adalah manusia, makhluk luar biasa.&lt;br /&gt;Teruslah berjuang sampai nafas yang terakhir.&lt;br /&gt;Sediakan waktu untuk sendiri. Untuk Diam. Untuk Meditasi. Untuk Merenung. Untuk ssst… diaaam, agar hikmah terdengar bunyinya.&lt;br /&gt;Hening membuat bening…&lt;br /&gt;Bening membuat jelas…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krishnamurti&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-5627127932960825690?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/5627127932960825690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/04/9-renungan-motivasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/5627127932960825690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/5627127932960825690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/04/9-renungan-motivasi.html' title='9 Renungan Motivasi . . .'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S9px_AIjvgI/AAAAAAAAAGA/GJLHMV3MF9c/s72-c/renungan.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-4683778642077363893</id><published>2010-04-30T12:53:00.000+07:00</published><updated>2010-04-30T12:53:49.830+07:00</updated><title type='text'>Ada Saatnya . . .</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S9pwYKFMLWI/AAAAAAAAAF4/xFRTMracY2s/s1600/saatnya.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S9pwYKFMLWI/AAAAAAAAAF4/xFRTMracY2s/s320/saatnya.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Diam itu emas, tetapi ada saatnya diam tidak selalu emas&lt;br /&gt;Jujur itu baik, tetapi ada saatnya jujur tidak selalu baik&lt;br /&gt;Gagal itu terpuruk, tetapi ada saatnya gagal tidak selalu terpuruk Cinta itu indah, tetapi ada saatnya cinta tidak selalu indah&lt;br /&gt;Mengalah itu lemah, tetapi ada saatnya mengalah tidak selalu lemah&lt;br /&gt;Mimpi itu &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;khayalan, tetapi ada saatnya mimpi tidak selalu khayalan&lt;span id="more-719"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Uang itu segalanya, tetapi ada saatnya uang tidak selalu segalanya&lt;br /&gt;Dunia itu kejam, tetapi ada saatnya dunia tidak selalu kejam&lt;br /&gt;Kaya itu keinginan, tetapi ada saatnya kaya tidak selalu keinginan&lt;br /&gt;Pada waktu tertentu, segala sesuatu yang awalnya kita terka benar tidak selalu demikian. Ada saatnya dimana kita melakukan sesuatu atau menilai orang lain meleset dari “rumus”. Untuk itu, mari gunakan pemberian-Nya untuk mengenali waktu/situasi dan mengetahui sikap yang harus kita lakukan agar kita tidak terpatok pada “rumus” kehidupan yang sudah melekat di alam sadar kita atau bahkan alam bawah sadar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By Suci Nice &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-4683778642077363893?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/4683778642077363893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/04/ada-saatnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/4683778642077363893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/4683778642077363893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/04/ada-saatnya.html' title='Ada Saatnya . . .'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S9pwYKFMLWI/AAAAAAAAAF4/xFRTMracY2s/s72-c/saatnya.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-6521855568251235029</id><published>2010-04-18T12:59:00.001+07:00</published><updated>2010-04-18T13:05:57.745+07:00</updated><title type='text'>Kekuatan...atau Kelemahan....</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S8qhOvytUlI/AAAAAAAAAFw/05Z5lw_DhCY/s1600/judo.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S8qhOvytUlI/AAAAAAAAAFw/05Z5lw_DhCY/s320/judo.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Alkisah, di sebuah kota kecil di Jepang, terdapat seorang anak yg lengan kirinya buntung, tetapi ia sangat menyukai beladiri judo, dan sudah mengikuti latihan di sebuah dojo. Selama berlatih, sang guru hanya mengajarkan satu jurus saja. Walaupun jurus itu termasuk sukar untuk dikuasai, anak ini merasa tak puas, karena ia melihat murid-murid lainnya mempelajari bermacam-macam teknik. Akhirnya setelah 6 bulan, ia tak kuasa lagi menahan kesabarannya. Lantas ia menemui sang guru; “Sensei, bolehkah aku bertanya? Mengapa selama 6 bulan ini aku hanya berlatih jurus ini saja”. Gurunya hanya menjawab singkat “Karena engkau&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;murid yang istimewa dan hanya jurus ini yang engkau perlukan” Ia tak berani lagi bertanya dan memilih untuk berlatih dengan tekun. Semakin lama jurus itu semakin dikuasainya dan mendarah daging dalam dirinya. Tak ada seorangpun yang semahir dia dalam menggunakan jurus tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun kemudian, sang guru menyertakan dirinya dalam kejuaran nasional di ibukota. Walaupun merasa pesimis &amp;amp; minder, ia menuruti permintaan sang guru &amp;amp; mereka berangkat ke ibukota.&lt;br /&gt;Kejuaraan dimulai. Di luar dugaannya, dengan mudah ia bisa menjatuhkan &amp;amp; mengunci lawan-lawannya. Babak demi babak ia lalui, sampai akhirnya ia harus menghadapi juara tahun lalu di babak Final. Walau memakan waktu cukup lama dan menguras tenaganya, lagi-lagi ia berhasil memenangkan pertandingan.&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang, sembari membahas &amp;amp; mengevaluasi pertarungannya, sang anak bertanya kembali “Sensei, saya heran, mengapa hanya bermodal satu jurus ini saja saya bisa memenangi pertandingan. Saya masih belum mengerti ucapan Sensei dulu, apa istimewanya saya dan mengapa hanya satu jurus ini?”&lt;br /&gt;Sang Sensei tersenyum &amp;amp; berkata; “Muridku, Cara bertarung setiap orang adalah unik, tergantung dari kekuatan &amp;amp; kelemahannya. Praktisi beladiri perlu mempelajari berbagai teknik &amp;amp; jurus sampai akhirnya ia menemukan kekuatan &amp;amp; kelemahannya dan akhirnya memilih teknik &amp;amp; jurus yang sesuai, yaitu teknik2 yg memanfaatkan kekuatanya dan menutupi kekurangan atau bahkan mengubahnya sebagai kekuatan”.&lt;br /&gt;“Engkau istimewa, karena kekuranganmu sudah jelas. Sehingga tak perlu engkau menghabiskan waktu mempelajari berbagai jurus &amp;amp; teknik yang sudah pasti tidak engkau perlukan. Dan jurus itu paling cocok bagimu, karena selain jurus tersebut salah satu jurus tersulit dalam Judo, satu-satunya cara untuk menghadapinya adalah dengan mengunci lengan kirimu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat terkadang kita menganggap bahwa kekurangan kita adalah kelemahan terbesar kita. Seolah-olah bahwa yang menyebabkan kita tidak bisa meraih apa yang kita impikan karena kekurangan kita, sehingga kita sangat dan sangat terlalu fokus kepada kekurangan kita. Padahal setiap insan sesungguhnya mempunyai kelebihan. Mengapa tidak fokus pada kelebihan kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari postingan &lt;a href="http://agussupriatna.com/motivasi/kekuatan-atau-kelemahan#more-340"&gt;agussupriatna&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-6521855568251235029?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/6521855568251235029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/04/kekuatanatau-kelemahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/6521855568251235029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/6521855568251235029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/04/kekuatanatau-kelemahan.html' title='Kekuatan...atau Kelemahan....'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S8qhOvytUlI/AAAAAAAAAFw/05Z5lw_DhCY/s72-c/judo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-5123554667544600546</id><published>2010-04-12T15:42:00.000+07:00</published><updated>2010-04-12T15:42:41.106+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Diri Sendiri . . .</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S8Lc9eC5VVI/AAAAAAAAAFo/fAEovF6omic/s1600/aku.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S8Lc9eC5VVI/AAAAAAAAAFo/fAEovF6omic/s320/aku.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Alkisah, di puncak sebuah mercusuar, tampak lampu mercusuar yang gagah dengan sinarnya menerangi kegelapan malam. Lampu itu menjadi tumpuan perahu para nelayan mencari arah dan petunjuk menuju pulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejauhan, pada sebuah jendela kecil di rumah penjaga mercusuar, sebuah lampu minyak setiap malam melihat dengan perasaan iri ke arah mercusuar. Dia mengeluhkan kondisinya, “Aku hanyalah sebuah lampu minyak yang berada di dalam rumah yang kecil, gelap dan pengap. Sungguh menyedihkan, memalukan, dan tidak terhormat. Sedangkan lampu mercusuar di atas sana, tampak begitu hebat, terang dan perkasa. Ah….Seandainya&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; aku berada di dekat mercusuar itu, pasti hidupku akan lebih berarti, karena akan banyak orang yang melihat kepadaku dan aku pun bisa membantu kapal para nelayan menemukan arah untuk membawanya pulang ke rumah mereka dan keluarganya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, di suatu malam yang pekat, petugas mercusuar membawa lampu minyak untuk menerangi jalan menuju mercusuar. Setibanya di sana, penjaga itu meletakkan lampu minyak di dekat mercusuar dan meninggalkannya di samping lampu mercusuar. Si lampu minyak senang sekali. Impiannya menjadi kenyataan. Akhirnya ia bisa bersanding dengan mercusuar yang gagah. Tetapi, kegembiraannya hanya sesaat. Karena perbandingan cahaya yang tidak seimbang, maka tidak seorang pun yang melihat atau memperhatikan lampu minyak. Bahkan, dari kejauhan si lampu minyak hampir tidak tampak sama sekali karena begitu lemah dan kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, lampu itu menyadari satu hal. Ia tahu bahwa untuk menjadikan dirinya berarti, dia harus berada di tempat yang tepat, yakni di dalam sebuah kamar. Entah seberapa kotor, kecil dan pengapnya kamar itu, tetapi di sanalah lebih bermanfaab. Sebab, meski nyalanya tak sebesar mercusuar, lampu kecil itu juga bisa memancarkan sinarnya menerangi kegelapan untuk orang lain. Lampu kini tahu, sifat iri hati karena selalu membandingkan diri dengan yang lain, justru membuat dirinya tidak bahagia dan memiliki arti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman,&lt;br /&gt;Hidup kita tentu akan menderita jika merasa diri sendiri selalu lebih rendah dan kecil. Maka, tidak akan tenang hidup jika kita selalu membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain dan menganggap orang lain lebih hebat. Apalagi, jika kita kemudian secara membuta mencoba menjadi orang lain.&lt;br /&gt;Meniru orang memang sah dan boleh saja. Namun, belajarlah dari orang lain dari sisi yang baik saja, tentu dengan tanpa mengecilkan dan meremehkan diri sendiri.&lt;br /&gt;Karena itu, apapun keadaan diri, kita harus senantiasa belajar bersyukur dan tetap bangga menjadi diri sendiri. Selain itu, kita juga butuh melatih danmemelihara keyakinan serta kepercayaaan diri. Dengan menyadari kekuatan dan kelebihan yang kita miliki, dan mau berjuang selangkah demi selangkah menuju sasaran hidup yang telah kita tentukan, ditambah bekal kekayaan mental yang kita miliki, pastilah kemajuan dan kesuksesan yang lebih baik akan kita peroleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah diri sendiri! Be your self!&lt;br /&gt;Salam sukses luar biasa!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.andriewongso.com/awartikel-623-AW_Artikel-Menjadi_Diri_Sendiri"&gt;Andrie Wongso &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-5123554667544600546?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/5123554667544600546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/04/menjadi-diri-sendiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/5123554667544600546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/5123554667544600546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/04/menjadi-diri-sendiri.html' title='Menjadi Diri Sendiri . . .'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S8Lc9eC5VVI/AAAAAAAAAFo/fAEovF6omic/s72-c/aku.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-6495719742347400123</id><published>2010-04-11T11:48:00.001+07:00</published><updated>2010-04-11T11:51:36.448+07:00</updated><title type='text'>Yakinlah Anda Bisa . . . .</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S8FVT0xBwvI/AAAAAAAAAFg/ypkUV1ngCII/s1600/yakin.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S8FVT0xBwvI/AAAAAAAAAFg/ypkUV1ngCII/s320/yakin.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ingatlah ketika Anda masih kecil, dan mencoba belajar berjalan.  saya yakin anda mengalami seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama Anda harus belajar untuk berdiri: sebuah proses yang melibatkan seluruh tubuh, jatuh lalu kembali berdiri. Anda kadang tertawa serta tersenyum, tapi dilain waktu anda menangis dan meringis karena sakit. Entah, seperti ada tekad dan keyakinan dalam diri Anda bahwa Anda akan berhasil, apa pun dan bagaimanapun. Anda punya motivasi dalam diri Anda&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Setelah banyak berlatih akhirnya Anda mengerti bagaimana keseimbangan diri Anda, sebuah persyaratan untuk kejenjang berikutnya. Anda menikmatinya dan seolah-olah punya kekuatan baru, punya motivasi baru. Anda akan berdiri dimana Anda suka – di tempat Anda, di sofa, di pangkuan ibu Anda, Bapak anda, atau pun seseorang. Itu adalah waktu yang menggembirakan – Anda melakukannya! Anda dapat mengontrol diri Anda. Anda tersenyum dan tertawa lucu, puas akan keberhasilan Anda.  Sekarang – langkah berikutnya – berjalan. Anda melihat orang lain melakukannya – ini keliatannya tidak terlalu sulit – hanya memindahkan kaki Anda saat Anda berdiri, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah – ternyata lebih kompleks daripada yang Anda bayangkan. Anda berurusan dengan rasa frustasi. Tapi Anda terus mencoba, mencoba lagi dan mencoba lagi dan lagi sampai Anda tahu bagaimana berjalan. Anda selalu ingin kedua tangan anda diberi pegangan saat berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang melihat Anda berjalan, mereka akan bertepuk tangan, mereka tertawa, mereka akan memberi semangat, “Ya Tuhan, lihatlah apa yang dia lakukan”. “Oh anakku sudah bisa berdiri”. “pandainya anakku, pintarnya anakku” dan lain-lain. Dorongan ini memicu Anda; dorongan itu menambah rasa percaya diri Anda. Dorongan itu memotivasi Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun meski begitu, Andapun mencoba berjalan saat tak ada yang melihat Anda, saat tak ada yang bersorak-sorai? Setiap peluang ada, Anda berlatih untuk berjalan.  Anda tidak bisa menunggu seseorang untuk memotivasi Anda untuk mengambil langkah-langkah berikutnya. Anda belajar bagaimana untuk memotivasi diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita bisa mengingat hal ini tentang diri kita di hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat bahwa kita bisa melakukan apapun yang kita pikiran. Kita mampu mengatur jika kita mau dan bersedia melewati proses, seperti ketika kita belajar berdiri, seperti ketika kita belajar berjalan. Kita tidak perlu menunggu orang lain untuk memotivasi kita, kita perlu memotivasi diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda sudah lupa bagaimana melakukan hal ini, atau merasa seperti beku, kaku dan gamang. Maka Anda membutuhkan motivasi, ambillah kembali perjalanan singkat dalam hidup Anda yang telah lewat – Lihatlah prestasi Anda, tidak peduli prestasi besar atau prestasi kecil – atau saat-saat dimana Anda bertemu dengan tantangan dan menemukan cara untuk berhasil. Ulanglah keberhasilan itu saat ini, saat anda menghadapi permasalahan yang sedang anda hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus pada semua hal yang Anda pikir Anda tidak bisa lakukan, kemudian lakukanlah. Lihatlah buah hati anda. Mereka tidak pernah menyerah. Dan mereka yakin serta percaya terhadap anda, bahwa anda mampu dan bisa.  Mereka percaya di dalam semua kehidupan Anda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Anda harus percaya pada diri Anda! Yakinkan pada hati Anda Bahwa Anda pasti bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ingat, hari ini adalah hari terbaik dalam hidup Anda, milikilah masa depan yang indah, dengan membuat perubahan hari ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.resensi.net/yakinlah-anda-bisa/2010/04/09/#more-698"&gt;Marlene – Resensi.net&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-6495719742347400123?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/6495719742347400123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/04/yakinlah-anda-bisa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/6495719742347400123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/6495719742347400123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/04/yakinlah-anda-bisa.html' title='Yakinlah Anda Bisa . . . .'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S8FVT0xBwvI/AAAAAAAAAFg/ypkUV1ngCII/s72-c/yakin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-2229266871328250121</id><published>2010-04-06T17:19:00.000+07:00</published><updated>2010-04-06T17:19:34.480+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Harus Menunggu . . . . .????</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S7sKrwKyMzI/AAAAAAAAAFY/tzp-9vqRljc/s1600/menunggu.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S7sKrwKyMzI/AAAAAAAAAFY/tzp-9vqRljc/s320/menunggu.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dikisahkan, ada seorang anak berusia 9 tahun. Saat dia sedang membantu ayahnya mengangkut batu bara demi mengumpulkan dana untuk kegiatan amal, terjadilah kecelakaan yang telah merubah seluruh kehidupannya. Dia terjatuh, dan kakinya terlindas kereta api barang sehingga sepasang kaki harus diamputasi. Berbulan-bulan, hari-harinya diwarnai dengan penderitaan panjang, dia harus berjuang dari satu meja operasi ke meja operasi lainnya dan menghabiskan jam-jam yang sangat menyakitkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dia &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;tidak pernah patah semangat dan dengan tegar menjalaninya sehingga dokter mengijinkannya keluar dari rumah sakit dengan berkursi roda. Tanpa membuang waktu dia ingin menguji fisiknya dengan belajar berenang. Pertama kali masuk ke air, dia pun langsung tenggelam sampai ke dasar kolam renang. Pelatihnya menggunakan jala untuk mengangkatnya naik ke permukaan. Pelajaran mengapung dan seterusnya dilakukan setiap hari dan 5 bulan kemudian dia mampu berenang sebanyak 52x panjang kolam renang tanpa berhenti! Sungguh luar biasa! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sejak saat itu, tidak ada lagi yang bisa menghalangi keinginannya untuk melakukan kegiatan fisik layaknya orang-orang yang bertubuh normal. Dia belajar menyetir mobil, ikut balapan dan berhasil menjadi atlet gokart yang handal, disegani&amp;nbsp; dan terkenal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketekunannya berlatih fisik di kolam renang dan tempat tinggalnya yang tak jauh dari pantai, menginspirasinya belajar menjadi &lt;em&gt;surf lifeguard&lt;/em&gt;, yaitu penjaga pantai yang melindungi dan menyelamatkan para peselancar. Dia satu-satunya manusia di dunia, tanpa kaki yang berprofesi seperti itu. Dia juga belajar Taewondo hingga memperoleh Dan 3. Olahraga lempar cakkram, tolak peluru dan lempar lembing berhasil mengalungkan 35 medali dalam kehidupannya. Pencapaian prestasinya melandasi kepercayaan dirinya membina hubungan dengan seorang wanita yang dicintai. Akhirnya dia menikah dan memperoleh 3 orang anak. Bersama istrinya, mereka bahu membahu menjadi pengusaha sukses. Berkat prestasi dan keinginannya membantu orang lain agar tidak menyerah, akhirnya menghantarkannya menjadi pembicara motivasional kelas dunia. Pemuda hebat itu bernama TONY CHRISTIANSEN. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditanya apa rahasia suksesnya? Dia menjawab: Mengapa harus menunggu? Jangan menghabiskan waktu dengan duduk dan menunggu tertabrak kereta api sebelum melakukan sesuatu dan mencetak berprestasi. Kecelakaan yang saya alami telah mengasah karakter serta hidup saya dalam beragam cara! Membantu saya dalam menyampaikan pesan kepada semua orang yang mau mendengar, mau belajar serta mau merubah hidup lebih baik! Jadi, mengapa harus menunggu? Segera lakukan! - TAKE ACTION!!"&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang luar biasa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah tindakan! &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Live is action&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;! Sebuah cita-cita yang indah, jika hanya menunggu tanpa bertindak nyata, maka tinggal hanya mayat cita-cita, sebuah perencanaan yang matang tanpa action! Cuma menyisakan coretan kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita manusia luar biasa Tony Christiansen tadi cukup jelas pelajaran yang bisa kita ambil. Bagaimanapun keadaan fisik kita , atau betapapun jeleknya keadaan di luar kita, semuanya bisa di rubah, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;nothing is impossible&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, tiada yang mustahil!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang paling penting adalah jangan krisis mental. Dengan kekayaan mental, seseorang akan berani memulai dari apa adanya dia, dan semua perjuangannya diarahkan pada titik target&amp;nbsp; besar yang punya bobot dan bernilai. Dengan cara hidup punya kaya mental seperti itu, kita pasti akan selalu menyambut hari-hari baru penuh dengan syukur, optimis, gembira dan menciptakan sukses yang luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.andriewongso.com/awartikel-2478-AW_Artikel-Mengapa__Harus__Menunggu-"&gt;Andrie Wongso&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-2229266871328250121?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/2229266871328250121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/04/mengapa-harus-menunggu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/2229266871328250121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/2229266871328250121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/04/mengapa-harus-menunggu.html' title='Mengapa Harus Menunggu . . . . .????'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S7sKrwKyMzI/AAAAAAAAAFY/tzp-9vqRljc/s72-c/menunggu.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-2951400971688353565</id><published>2010-04-06T17:14:00.000+07:00</published><updated>2010-04-06T17:14:25.849+07:00</updated><title type='text'>Tebing Bunga Lily . . .</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S7sJaPAuVaI/AAAAAAAAAFQ/2-gFdnyOm4Q/s1600/lily.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S7sJaPAuVaI/AAAAAAAAAFQ/2-gFdnyOm4Q/s320/lily.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dikisahkan, di tepian tebing yang terjal, tumbuhlah setangkai tunas bunga lily. Saat tunas bunga lily mulai bertumbuh, dia tampak seperti sebatang rumput biasa. Tetapi, dia mempunyai keyakinan yang kuat, bahwa kelak dia pasti akan tumbuh menjadi sekuntum bunga lily yang indah. &lt;br /&gt;Rumput-rumput liar di sekitarnya mengejek dan menertawakannya. Burung-burung dan serangga pun menasihatinya agar tunas lilyjangan bermimpi menjadi bunga. Mereka pun berkata, "Hai tunas muda, sekalipun kamu bisa mekar menjadi kuntum bunga lily yang cantik, tetapilihatlah sekitarmu. Di tebing yang terpencil ini, biarpun secantik apa pun dirimu kelak, tidak ada orang yang akan datang melihat dan menikmati keindahanmu." &lt;br /&gt;Diejek seperti &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;itu, tunas bunga lily tetap diam dan semakin rajin menyerap air dan sinar matahari agar akar dan batangnya bertumbuh kuat. Akhirnya, suatu pagi di musim semi, saatnya kuncup pertama pun mulai bertumbuh. Bunga lily merasa senang sekali. Usaha dan kerja kerasnya tidak sia-sia. Hal itu menambah keyakinan dan kepercayaan dirinya. &lt;br /&gt;Dia berkata kepada dirinya sendiri, "Aku akan mekar menjadi sekuntum bunga lily yang indah. Kewajibanku sebagai bunga adalah mekar dan berbunga. Tidak peduli apakah ada orang yang akan melihat atau menikmati keberadaanku. Aku tetap harus mekar dan berbunga sesuai dengan identitasku sebagai bunga lily." &lt;br /&gt;Hari demi hari, waktu terus berjalan. Akhirnya, kuncup bunga lily pun mekar berkembang-tampak indah dan putih warnanya. Saat itulah, rumput liar, burung-burung, dan serangga tidak berani lagi mengejek dan menertawakan si bunga lily. &lt;br /&gt;Bunga lily pun tetap rajin memperkuat akar dan bertumbuh terus. Dari satu kuntum menjadi dua kuntum, berkembang lagi, terus dan terus berkembang, semakin banyak. Sehingga jika dilihat dari kejauhan, tebing pun seolah diselimuti oleh hamparan putih bunga-bunga lily yang indah. Orang-orang dari kota maupun desa, mulai berdatangan untuk menikmati keindahan permadani putih bunga lily. Dan tempat itu pun kemudian terkenal dengan sebutan "Tebing Bunga Lily." &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Para pembaca yang berbahagia&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;Cerita semangat bunga lily ini menginspirasikan kepada kita, &lt;strong&gt;saat kita mempunyai impian, ide, keinginan, atau apapun yang menjadi keyakinan kita untuk diwujudkan, jangan peduli ejekan orang lain! Jangan takut diremehkan oleh orang lain! &lt;/strong&gt;Tidak perlu menanggapi semua itu dengan emosi, apalagi membenci. Justru sebaliknya, tetaplah yakin dan berjuang dengan segenap kemampuan yang kita miliki. Buktikan semua mimpibisa menjadi nyata. &lt;br /&gt;Hanya dengan bukti keberhasilan yang mampu kita ciptakan, maka identitas kita, jati diri kita, lambat atau cepat pasti akan diakui dan diterima; selaras denganpepatah yang menyatakan: "A great pleasure in life is doing what people say, you cannot do." &lt;strong&gt;Kepuasan terbesar dalam hidup ini adalah mampu melakukan apa yang dikatakan orang lain tidak dapat kita lakukan&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Salam sukses luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.andriewongso.com/awartikel-3083-AW_Artikel-Tebing_Bunga_Lily"&gt;Andrie Wongso&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-2951400971688353565?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/2951400971688353565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/04/tebing-bunga-lily.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/2951400971688353565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/2951400971688353565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/04/tebing-bunga-lily.html' title='Tebing Bunga Lily . . .'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S7sJaPAuVaI/AAAAAAAAAFQ/2-gFdnyOm4Q/s72-c/lily.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-7271486152809453805</id><published>2010-03-26T14:14:00.000+07:00</published><updated>2010-03-26T14:14:53.973+07:00</updated><title type='text'>Kasih Sejati Seorang Ibu . . .</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S6xe4pw1yPI/AAAAAAAAAFI/ASvu3Ewy-zw/s1600/bunda.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S6xe4pw1yPI/AAAAAAAAAFI/ASvu3Ewy-zw/s320/bunda.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Di sebuah rumah sakit bersalin, seorang ibu baru saja melahirkan jabang bayinya. "Bisa saya melihat bayi saya?" pinta ibu yang baru melahirkan itu penuh rona kebahagiaan di wajahnya. Namun, ketika gendongan berpindah tangan dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki mungil itu, si ibu terlihat menahan napasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit, tak tega melihat perubahan wajah si ibu. Bayi yang digendongnya ternyata dilahirkan tanpa kedua belah telinga! Meski terlihat sedikit kaget, si ibu tetap menimang bayinya dengan penuh kasih sayang. &lt;br /&gt;Waktu membuktikan, bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari, anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan si ibu sambil menangis. Ibu itu pun ikut berurai air mata. Ia &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Sambil terisak, anak itu bercerita, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, meski tumbuh dengan kekurangan, anak lelaki itu kini telah dewasa. Dengan kasih sayang dan dorongan semangat orangtuanya, meski punya kekurangan, ia tumbuh sebagai pemuda tampan yang cerdas. Rupanya, ia pun pandai bergaul sehingga disukai teman-teman sekolahnya. Ia pun mengembangkan bakat di bidang musik dan menulis. Akhirnya, ia tumbuh menjadi remaja pria yang disegani karena kepandaiannya bermusik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuk putra Bapak. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter. Maka, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya kepada anak mereka. &lt;br /&gt;Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelaki itu, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia," kata si ayah. &lt;br /&gt;Operasi berjalan dengan sukses. Ia pun seperti terlahir kembali. Wajahnya yang tampan, ditambah kini ia sudah punya daun telinga, membuat ia semakin terlihat menawan. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. &lt;br /&gt;Beberapa waktu kemudian, ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia lantas menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar, namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya." &lt;br /&gt;Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini." &lt;br /&gt;Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari, tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga tersebut. Pada hari itu, ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, si ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku. Sang ayah lantas menyibaknya sehingga sesuatu yang mengejutkan si anak lelaki terjadi. Ternyata, si ibu tidak memiliki telinga. &lt;br /&gt;"Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik si ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya, ‘kan?" &lt;br /&gt;Melihat kenyataan bahwa telinga ibunya yang diberikan pada si anak, meledaklah tangisnya. Ia merasakan bahwa cinta sejati ibunya yang telah membuat ia bisa seperti saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sahabat,&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh, namun ada di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun justru pada apa yang kadang tidak dapat terlihat. Begitu juga dengan&lt;strong&gt; cinta seorang ibu pada anaknya. Di sana selalu ada inti sebuah cinta yang sejati, di mana terdapat keikhlasan dan ketulusan yang tak mengharap balasan apa pun&lt;/strong&gt;.  &lt;br /&gt;Dalam cerita di atas, cinta dan pengorbanan seorang ibu adalah wujud sebuah cinta sejati yang tak bisa dinilai dan tergantikan. &lt;strong&gt;Cinta sang ibu telah membawa kebahagiaan bagi sang anak&lt;/strong&gt;. Inilah makna sesungguhnya dari sebuah cinta yang murni. Karena itu, sebagai seorang anak, jangan pernah melupakan jasa seorang ibu. Sebab, apa pun yang telah kita lakukan, pastilah tak akan sebanding dengan cinta dan ketulusannya membesarkan, mendidik, dan merawat kita hingga menjadi seperti sekarang. &lt;br /&gt;Mari, &lt;strong&gt;jadikan ibu kita sebagai suri teladan untuk terus berbagi kebaikan&lt;/strong&gt;. Jadikan beliau sebagai panutan yang harus selalu diberikan penghormatan. Sebab, dengan memperhatikan dan memberikan kasih sayang kembali kepada para ibu, kita akan menemukan cinta penuh ketulusan dan keikhlasan, yang akan membimbing kita menemukan kebahagiaan sejati dalam kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.andriewongso.com/awartikel-3123-AW_Artikel-Kasih_Sejati_Seorang_Ibu"&gt;Andrie Wongso&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-7271486152809453805?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/7271486152809453805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/kasih-sejati-seorang-ibu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/7271486152809453805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/7271486152809453805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/kasih-sejati-seorang-ibu.html' title='Kasih Sejati Seorang Ibu . . .'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S6xe4pw1yPI/AAAAAAAAAFI/ASvu3Ewy-zw/s72-c/bunda.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-6139196592766345127</id><published>2010-03-26T14:04:00.000+07:00</published><updated>2010-03-26T14:04:39.958+07:00</updated><title type='text'>Secangkir Teh . . .</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S6xcfsSVMrI/AAAAAAAAAFA/X8wa0geu9PI/s1600/teh.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S6xcfsSVMrI/AAAAAAAAAFA/X8wa0geu9PI/s320/teh.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Di sebuah kerajaan, karena kesibukan sang raja memerintah, permaisurilah yang menemani dan sangat memanjakan sang pangeran. Pangeran tumbuh menjadi pemuda yang sombong, egois, kurang sopan santun, dan malas belajar. Raja sangat sedih memikirkan sikap pangeran muda. Bagaimana nasib negeri ini nantinya? &lt;br /&gt;Setelah berbincang dengan permaisuri, raja pun bertitah:"Anakku, tahta kerajaan akan ayah serahkan kepadamu, tetapi dengan syarat engkau harus tinggal dan belajar selama 1 tahun di atas bukit bersama seorang guru yang telah ayah pilih. Bila &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;engkau gagal, maka tahta kerajaan akan ayah serahkan kepada orang lain." &lt;br /&gt;Pangeran serta merta menyanggupi persyaratan itu. Dalam hati ia berkata, "Apalah artinya penderitaan 1 tahun dibandingkan kelak sebagai raja, aku bisa hidup mewah dan bersenang-senang seumur hidupku!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di kediaman sang guru, tingkah laku pangeran tetap sombong, menyebalkan, dan tidak sopan. Dia merasa sebagai pangeran, semua orang harus menuruti kemauannya. Setiap kali gurunya bertanya, pangeran menjawab semaunya. Setiap kali gurunya menerangkan pelajaran, pangeran tidak mendengarkan-merasa sudah tahu semua. &lt;br /&gt;Tidak terasa haripun berganti minggu. Sang guru berpikir keras tentang cara untuk memberi pelajaran kepada pangeran yang sombong dan sok pintar itu. &lt;br /&gt;Suatu hari, sang guru menyeduh teh dan menuangkan ke cangkir pangeran. Air teh dituang terus dan terus hingga tumpah ke mana-mana sehingga mengenai tangan sang pangeran. Pangeran berteriak marah, "Hai, bodoh sekali! Menuang teh saja tidak becus! Cangkir sudah penuh mengapa masih dituang terus? Air mendidih, lagi!" &lt;br /&gt;Dengan tersenyum sang guru berkata tegas, "Beruntung hanya tangan pengeran yang terkena percikan teh panas. Sebagai seorang pangeran, calon raja dan suri tauladan bagi rakyatnya, tidak sepantasnya berkata tidak sopan seperti itu, lebih-lebih kepada gurunya sehingga sepantasnya mulut pangeranlah yang harus dituang teh panas ini. &lt;br /&gt;Guru sengaja menuang terus cangkir yang telah terisi penuh karena ingin mengajarkan kepada Yang Mulia bahwa cangkir teh diumpamakan sama seperti otak manusia. Bila telah terisi penuh maka tidak mungkin diisi lagi. Karenanya kosongkan dulu cangkirmu, kosongkan pikiranmu, agar bisa diisi hal-hal baru yang positif. Hanya bekal ini yang ingin guru sampaikan. Bila pangeran tidak berkenan, silakan pergi dari sini." &lt;br /&gt;Mendengar perkataan sang gurunya yang tegas, pangeran seketika tertunduk malu. Peristiwa itu menyadarkan pangeran untuk mengubah sikapnya dan menerima pelajaran dari gurunya. Tentu saja perubahan sikap pengeran ini membuat raja sangat bergembira. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Teman-teman yang berbahagia&lt;/strong&gt;,  &lt;br /&gt;Karena status, pendidikan, atau kedudukan, seringkali seseorang merasa lebih tahu, lebih mengerti, dan lebih pintar dari orang lain. Sikap seperti ini membuat pikiran tertutup (atau &lt;em&gt;mental block&lt;/em&gt;), sulit menerima hal-hal baru yang diberikan oleh orang lain.  &lt;br /&gt;Sikap seperti ini jelas merugikan dirinya sendiri. &lt;strong&gt;Jika kita bisa bersikap &lt;em&gt;open mind&lt;/em&gt; / membuka pikiran dalam menerima hal-hal baru dan mau menerima kritikan yang diberikan oleh orang lain, maka kita akan dapat memetik banyak keuntungan; seperti bertambahnya wawasan, ide, pengetahuan, pengertian, wisdom, dan lain sebagainya. Pasti semua itu bisa kita manfaatkan untuk mengembangkan dan menciptakan kesuksesan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.andriewongso.com/awartikel-3097-AW_Artikel-Kosongkan_Cangkir_Tehmu"&gt;&lt;b&gt;Andrie Wongso&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-6139196592766345127?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/6139196592766345127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/secangkir-teh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/6139196592766345127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/6139196592766345127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/secangkir-teh.html' title='Secangkir Teh . . .'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S6xcfsSVMrI/AAAAAAAAAFA/X8wa0geu9PI/s72-c/teh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-4363600159614555094</id><published>2010-03-19T15:04:00.000+07:00</published><updated>2010-03-19T15:04:35.172+07:00</updated><title type='text'>Roda . . .</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S6Mv8dJrCJI/AAAAAAAAAE4/4NLNOKZZBEk/s1600-h/roda.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S6Mv8dJrCJI/AAAAAAAAAE4/4NLNOKZZBEk/s320/roda.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Suatu ketika, ada sebuah roda yang kehilangan salah satu jari-jarinya. Ia, tampak sedih. Tanpa jari-jari yang lengkap, tentu, ia tak bisa lagi berjalan dengan lancar. Hal ini terjadi saat ia melaju terlalu kencang ketika melintasi hutan. Karena terburu-buru, ia melupakan, ada satu jari-jari yang jatuh dan terlepas. Kini sang roda pun bingung. Kemana kah hendak di cari satu bagian tubuhnya itu?&lt;br /&gt;Sang roda pun berbalik arah. Ia kembali menyusuri jejak-jejak yang pernah di tinggalkannya. Perlahan, di tapakinya jalan-jalan itu. Satu demi satu diperhatikannya dengan seksama. Setiap &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;benda di amati, dan di cermati, berharap, akan di temukannya jari-jari yang hilang itu. &lt;span id="more-156"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ditemuinya kembali rerumputan dan ilalang. Dihampirinya kembali bunga-bunga di tengah padang. Dikunjunginya kembali semut dan serangga kecil di jalanan. Dan dilewatinya lagi semua batu-batu dan kerikil-kerikil pualam. Hei….semuanya tampak lain. Ya, sewaktu sang roda melintasi jalan itu dengan laju yang kencang, semua hal tadi cuma berbentuk titik-titik kecil. Semuanya, tampak biasa, dan tak istimewa. Namun kini, semuanya tampak lebih indah.&lt;br /&gt;Rerumputan dan ilalang, tampak menyapanya dengan ramah. Mereka kini tak lagi hanya berupa batang-batang yang kaku. Mereka tampak tersenyum, melambai tenang, bergoyang dan menyampaikan salam. Ujung-ujung rumput itu, bergesek dengan lembut di sisi sang roda. Sang roda pun tersenyum dan melanjutkan pencariannya.&lt;br /&gt;Bunga-bunga pun tampak lebih indah. Harum dan semerbaknya, lebih terasa menyegarkan. Kuntum-kuntum yang baru terbuka, menampilkan wajah yang cerah. Kelopak-kelopak yang tumbuh, menari, seakan bersorak pada sang roda. Sang roda tertegun dan berhenti sebentar. Sang bunga pun merunduk, memberikan salam hormat.&lt;br /&gt;Dengan perlahan, dilanjutkannya kembali perjalanannya. Kini, semut dan serangga kecil itu, mulai berbaris, dan memberikan salam yang paling semarak. Kaki-kaki mereka bertepuk, membunyikan keriangan yang meriah. Sayap-sayap itu bergetar, seakan ada ribuan genderang yang di tabuh. Mereka saling menyapa. Dan, serangga itu pun memberikan salam, dan doa pada sang Roda.&lt;br /&gt;Begitu pula batu dan kerikil pualam. Kilau yang hadir, tampak berbeda jika di lihat dari mata yang tergesa-gesa. Mereka lebih indah, dan setiap sisi batu itu memancarkan kemilau yang teduh. Tak ada lagi sisi dan ujung yang tajam dari batu yang kerap mampir di tubuh sang Roda. Semua batu dan pualam, membuka jalan, memberikan kesempatan untuk melanjutkan perjalanan.&lt;br /&gt;Setelah lama berjalan, akhirnya, ditemukannya jari-jari yang hilang. Sang roda pun senang. Dan ia berjanji, tak akan tergesa-gesa dan berjalan terlalu kencang dalam melakukan tugasnya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sobat, begitulah hidup. Kita, seringkali berlaku seperti roda-roda yang berjalan terlalu kencang. Kita sering melupakan, ada saat-saat indah, yang terlewat di setiap kesempatan. Ada banyak hal-hal kecil, yang sebetulnya menyenangkan, namun kita lewatkan karena terburu-buru dan tergesa-gesa.&lt;br /&gt;Hati kita, kadang terlalu penuh dengan target-target, yang membuat kita hidup dalam kebimbangan dan ketergesaan. Langkah-langkah kita, kadang selalu dalam keadaan panik, dan lupa, bahwa di sekitar kita banyak sekali hikmah yang perlu di tekuni.&lt;br /&gt;Seperti saat roda yang terlupa pada rumput, ilalang, semut dan pualam, kita pun sebenarnya sedang terlupa pada hal-hal itu. Sobat, coba, susuri kembali jalan-jalan kita. Cermati, amati, dan perhatikan setiap hal yang pernah kita lewati. Runut kembali perjalanan kita.&lt;br /&gt;Adakah kebahagiaan yang terlupakan? Adakah keindahan yang tersembunyi dan alpa kita nikmati? Kenanglah ingatan-ingatan lalu. Susuri dengan perlahan. Temukan keindahan itu!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://resensi.net/"&gt;resensi.net&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-4363600159614555094?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/4363600159614555094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/roda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/4363600159614555094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/4363600159614555094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/roda.html' title='Roda . . .'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S6Mv8dJrCJI/AAAAAAAAAE4/4NLNOKZZBEk/s72-c/roda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-8491904873193891160</id><published>2010-03-19T14:36:00.000+07:00</published><updated>2010-03-19T14:36:49.617+07:00</updated><title type='text'>Sayap yang Kerdil . . .</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S6MpgQ5_2pI/AAAAAAAAAEw/FC34Mz1sQME/s1600-h/burung.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S6MpgQ5_2pI/AAAAAAAAAEw/FC34Mz1sQME/s320/burung.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ini adalah kisah yang dialami oleh sebuah keluarga burung. Si induk menetaskan beberapa telor menjadi burung-burung kecil yang indah dan sehat. Si induk pun sangat bahagia dan merawat mereka semua dengan penuh kasih sayang. &lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Burung-burung kecil inipun mulai dapat bergerak lincah. Mereka mulai belajar mengepakkan sayap, mencari-cari makanan untuk kemudian mematuknya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span id="more-445"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa anak burung ini tampaklah &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;seekor burung kecil yang berbeda dengan saudaranya yang lain. Ia tampak pendiam dan tidak selincah saudara-saudaranya. Ketika saudara-saudaranya belajar terbang, ia memilih diam di sarang daripada lelah dan terjatuh, ketika saudara-saudaranya berkejaran mencari makan, ia memilih diam dan menantikan belas kasihan saudaranya. Demikian hal ini terjadi seterusnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat sang induk mulai menjadi tua dan tak sanggup lagi berjuang untuk menghidupi anak-anaknya, si anak burung ini mulai merasa sedih. Seringkali ia melihat dari bawah saudara-saudaranya terbang tinggi di langit. Ketika saudara-saudarnya dengan lincah berpindah dari dahan satu ke dahan yang lain di pohon yang tinggi, ia harus puas hanya dengan berada di satu dahan yang rendah. Ia pun merasa sangat sedih.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam kesedihannya, ia menemui induknya yang sudah tua dan berkata, “Ibu, aku merasa sangat sedih, mengapa aku tidak bisa terbang setinggi saudara-saudaraku yang lain, mengapa akau tidak bisa melompat-lompat di dahan yang tinggi aku hanya bisa berdiam di dahan yang rendah?”&lt;/div&gt;&lt;div&gt; Si induk pun merasa sedih dan dengan air mata ia berkata, “Anakku, engkau dilahirkan dengan sayap yang sempurna seperti saudaramu, tapi engkau memilih merangkak menjalani hidup ini sehingga sayapmu menjadi kerdil.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hidup adalah kumpulan dari setiap pilihan yang kita buat. Pilihan kita hari ini menentukan bagaimana hidup kita di masa depan.Kita memiliki kebebasan memilih tetapi setelah itu kita akan dikendalikan oleh pilihan kita, jadi berpikirlah sebelum berbuat, sadari setiap konsekuensi dari pilihan yang kita buat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dikirimkan oleh Tari&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://resensi.net/"&gt;resensi.net&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-8491904873193891160?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/8491904873193891160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/sayap-yang-kerdil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/8491904873193891160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/8491904873193891160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/sayap-yang-kerdil.html' title='Sayap yang Kerdil . . .'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S6MpgQ5_2pI/AAAAAAAAAEw/FC34Mz1sQME/s72-c/burung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-204698895944512996</id><published>2010-03-19T14:20:00.003+07:00</published><updated>2010-03-19T14:23:10.458+07:00</updated><title type='text'>Membangun Hidup . . .</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S6MmP7S8bGI/AAAAAAAAAEo/CEREX9ki5i0/s1600-h/membangun.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S6MmP7S8bGI/AAAAAAAAAEo/CEREX9ki5i0/s320/membangun.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Setiap pikiran yang terlintas, entah itu baik ataupun buruk, akan membangun karakter anda.&amp;nbsp; Sama&amp;nbsp; seperti batu bata yang tersusun satu di atas yang lain, untuk&amp;nbsp; membangun rumah – demikian pula pikiran anda disusun satu di&amp;nbsp; atas yang lain.&amp;nbsp; Setiap saat, setiap waktu ketika anda berfikir. Baik secara sengaja atau tidak. &lt;br /&gt;Siapa diri anda, apa yang anda capai, kepuasan yang anda temukan,&amp;nbsp; bagaimana cara pandang anda terhadap diri sendiri, semuanya &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;tergantung pada pikiran yang membangun hidup anda. &lt;span id="more-575"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap pikiran, setiap waktu, dapat memperkuat bangunan diri&amp;nbsp; anda.&amp;nbsp; Tak satu pencapaian senilai apapun yang secara tiba-tiba muncul.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Segalanya harus dibangun. Langkah demi langkah.&amp;nbsp; Dan anda memiliki kekuasaan untuk&amp;nbsp; membangun hidup macam apa yang anda inginkan.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kekuasaan itu&amp;nbsp; datang dari masa tempat anda hidup, dalam pilihan yang anda&amp;nbsp; ambil, dalam tindakan yang anda kerjakan.&lt;br /&gt;Pilihan anda menentukan bangunan seperti apa yang anda buat.&lt;br /&gt;Saat ini, anda sedang membangun hidup anda.&amp;nbsp; Saat ini, anda&amp;nbsp; membuat SEBUAH PERBEDAAN dalam jalan hidup anda.&amp;nbsp; Saat ini&amp;nbsp; adalah masa keemasan untuk mengubah masa depan anda.&amp;nbsp; Sudahkah&amp;nbsp; kita memanfaatkannya…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://resensi.net/"&gt;resensi.net&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-204698895944512996?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/204698895944512996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/membangun-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/204698895944512996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/204698895944512996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/membangun-hidup.html' title='Membangun Hidup . . .'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S6MmP7S8bGI/AAAAAAAAAEo/CEREX9ki5i0/s72-c/membangun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-6731261546356191569</id><published>2010-03-19T14:11:00.000+07:00</published><updated>2010-03-19T14:11:33.268+07:00</updated><title type='text'>Peta Impian . . .</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S6Mjj9gC7RI/AAAAAAAAAEg/8UxqFiGe_8Q/s1600-h/impian.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S6Mjj9gC7RI/AAAAAAAAAEg/8UxqFiGe_8Q/s320/impian.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Impian akan mengarahkan kita kemana akan melangkah, bagaimana akan berbuat dan bersikap. Dengan impian kita akan tau dimana titik akhir dari perjuangan. Dan segera setelah mencapai impian itu, kita dapat menggantikannya dengan impian lain yang belum tercapai. &lt;br /&gt;Sahabat, dalam meraih impian, kita perlu strategi dan peta. Sehingga saat berjalan dan bertemu dengan hambatan, kita dapat memilih untuk melompatinya ataukah memutarinya dan mengambil jalan lain. Tanpa mengubah impian, hanya mengubah arah jalan saja.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-620"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; anda berada di tengah samudera di atas sebuah speedboat.&lt;br /&gt;Lima puluh kilometer di depan anda adalah sebuah pulau, dan di&lt;br /&gt;pulau itu terdapat semua yang anda inginkan dan cita-citakan.&lt;br /&gt;Semua impian anda.  Dan satu-satunya cara untuk mendapatkan itu&lt;br /&gt;semua adalah sampai ke pulau tersebut.  Pulau itu ada di belakang&lt;br /&gt;cakrawala.  Tapi cakrawala yang mana…?&lt;br /&gt;Masalahnya adalah anda tidak punya kompas, peta, radio, telepon,&lt;br /&gt;dan anda tidak tahu mana arah ke pulau tersebut.  Arah yang salah&lt;br /&gt;akan membuat anda melenceng jauh sekali dari pulau impian,&lt;br /&gt;sementara di sekeliling anda yang terlihat cuma laut dan langit.&lt;br /&gt;Dalam dua jam, anda bisa saja telah sampai di pulau impian.&lt;br /&gt;Tetapi bila anda salah arah – anda bisa kehabisan bahan bakar&lt;br /&gt;sebelum bisa mencapai pulau impian.&lt;br /&gt;Hidup tanpa tujuan yang jelas, tanpa mengetahui dan mengerti&lt;br /&gt;kegunaan hidup anda – adalah sama dengan dilema pulau impian.&lt;br /&gt;Semua impian anda sebenarnya bisa tercapai, namun untuk mencapainya&lt;br /&gt;anda harus mengetahui peta impian. Yaitu apa, di mana, dan bagaimana mencapainya. Anda mutlak mengetahui arah untuk mencapainya. Tentukan peta anda sekarang – untuk dapat mencapai impian anda. Buat seteliti dan seakurat mungkin – dan selanjutnya anda tinggal mengarahkan speedboat anda ke pulau impian… Untuk selanjutnya, Anda meraihnya, merengkuhnya, dan tersenyum dengan bangga, “Inilah impianku, dan aku telah mendapatkannya.”&lt;br /&gt;==========&lt;br /&gt;Sahabat, berhentilah sejenak dan mari kita saling mendoakan,doa untuk sahabat kita, orang tua kita, orang yang kita cintai, serta tak lupa admin web ini &lt;img alt=":)" class="wp-smiley" src="http://www.resensi.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" /&gt; . Semoga&amp;nbsp; peta menuju impian hidup yang kita rancang, diridhoi Allah SWT. Kita sadari tubuh kita, nyawa kita dan nafas kita, sepenuhnya adalah miliknya. Tiada satupun peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita, tanpa ridhoNya.&amp;nbsp; Selamat berjuang sahabat… Impian itu, sudah rindu untuk kita rengkuh, dan kita peluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://resensi.net/"&gt;resensi.net&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-6731261546356191569?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/6731261546356191569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/peta-impian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/6731261546356191569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/6731261546356191569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/peta-impian.html' title='Peta Impian . . .'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S6Mjj9gC7RI/AAAAAAAAAEg/8UxqFiGe_8Q/s72-c/impian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-1651248305620153503</id><published>2010-03-19T13:56:00.000+07:00</published><updated>2010-03-19T13:56:08.428+07:00</updated><title type='text'>Kesempatan Dalam Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S6Mf_I1C78I/AAAAAAAAAEY/6Kkg72vOqow/s1600-h/tunas.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S6Mf_I1C78I/AAAAAAAAAEY/6Kkg72vOqow/s320/tunas.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah ladang yang subur, terdapat 2 buah bibit tanaman yang terhampar. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku sangat dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, serta kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku.” Dan bibit yang pertama inipun tumbuh, makin menjulang.&lt;br /&gt;Bibit yang kedua bergumam. “Aku &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;takut.&lt;span id="more-590"&gt;&lt;/span&gt; Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.”&lt;br /&gt;Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.&lt;br /&gt;Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan memakannya segera.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Teman, memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka, pilihlah dengan bijak.&lt;br /&gt;Sahabat, tiap pilihan selalu ada resiko yang mengiringinya. Namun jangan sampai ketakutan, keraguan dan kebimbangan, menghentikan langkah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukalah setiap pintu kesempatan yang datang mengetuk, sebab, siapa tahu, pintu itu tak mengetuk dua kali.” (Hilman, Lupus I)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-1651248305620153503?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/1651248305620153503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/kesempatan-dalam-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/1651248305620153503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/1651248305620153503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/kesempatan-dalam-kehidupan.html' title='Kesempatan Dalam Kehidupan'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S6Mf_I1C78I/AAAAAAAAAEY/6Kkg72vOqow/s72-c/tunas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-1367465343771506524</id><published>2010-03-15T14:30:00.000+07:00</published><updated>2010-03-15T14:30:24.471+07:00</updated><title type='text'>Kakek Berusia 10 tahun</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S53h_mRXenI/AAAAAAAAADs/nyKkR7NlnJE/s1600-h/kakek.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S53h_mRXenI/AAAAAAAAADs/nyKkR7NlnJE/s320/kakek.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan, di bawah sebuah pohon yang rindang, tampak sekelompok anak-anak sedang menyimak pelajaran yang diberikan oleh seorang guru. Di antara anak-anak itu, terlihat seorang kakek duduk di sana.  Seusai pelajaran, seorang pemuda dengan penasaran menghampiri dan bertanya kepada si kakek, "Kek, apakah kakek seorang guru?"  &lt;br /&gt;"Bukan..., aku bukan seorang guru. Aku juga sedang belajar, sama dengan anak-anak itu." &lt;br /&gt;"Lho, memangnya, berapa umur kakek?"  &lt;br /&gt;"Umur kakek tahun ini, tepat 10 tahun."&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;"Ah..., kakek bercanda! Perkiraanku, umur kakek sudah 70 tahunan..."  &lt;br /&gt;"Ha ha ha, tebakanmu benar! Bila dihitung dari saat kakek lahir hingga kini, umur kakek memang 70 tahun. Tetapi, 60 tahun yang telah dilewati jangan dihitung. Yang benar-benar dapat dihitung adalah kehidupanku sepuluh tahun terakhir ini." &lt;br /&gt;Si pemuda menunjukkan wajah kebingungan. Ia pun bertanya, "Apa artinya, Kek?"  &lt;br /&gt;Sambil menghela napas panjang si kakek menjawab, "Sejak kecil sampai usia 20 tahun, yang seharusnya waktu terbaik untuk belajar, tetapi kakek sibuk bermain dan bersantai. Karena semua kebutuhan hidup telah disediakan berlimpah oleh orangtua kakek. Kemudian 20 tahun berikutnya, waktu yang seharusnya untuk mengejar karir dan berjuang, kakek malah menggunakannya untuk berfoya-foya-menghamburkan harta yang diperoleh dengan susah payah oleh orangtua kakek. Dan 20 tahun ketiga, waktu yang seharusnya untuk mengumpulkan tabungan sebagai persiapan pensiun di masa tuaku, malahan kakek gunakan untuk pergi tamasya, menghabiskan sisa harta yang masih ada. Semua hanya untuk mengejar kesenangan sesaat. Coba, kamu pikir, bukankah 60 tahun telah kulewati itu sia-sia? Tidak ada satu pun yang kupelajari." &lt;br /&gt;"Lalu bagaimana dengan sepuluh tahun terakhir hidup kakek?"  &lt;br /&gt;Dengan mata berkaca-kaca si kakek bertutur, "Sepuluh tahun terakhir aku sadar, 60 tahun hidup dilalui tanpa makna, tanpa tujuan, dan tanpa cita-cita... Sungguh hidup yang sia-sia, tidak berguna. Saat sadar, kakek sudah hidup sebatang kara dan tanpa harta.Untuk hidup pun harus ditunjang dari belas kasihan orang lain. Anak muda, jangan meniru kehidupan seperti yang telah kakek jalani. Karena, waktu adalah modal utama paling berharga yang dimiliki oleh setiap manusia. Pergunakanlah baik-baik untuk belajar,berusaha, dan berkarir. Efektivitaskan waktumu pada tujuan yang jelas, dan berjuang meraih keberhasilan. Maka kelak di hari tuamu, kamu akan menjalani kehidupan ini dengan bangga dan bahagia." &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Teman-teman yang luar biasa&lt;/strong&gt;,  &lt;br /&gt;Saat ini kita hidup di Abad ke-21, di mana zaman mempunyai ciri khas yakni perubahan yang cepat, perkembangan teknologi yang semakin pesat, persaingan di semua lini usaha yang begitu ketat. Dan kita dituntut menjadi manusia pembelajar yang &lt;strong&gt;bisa menghargai waktu dan mengelolanya secara cerdas, cermat, dan cekatan&lt;/strong&gt;.  &lt;br /&gt;Jika kita mampu mengelola waktu dengan begitu&lt;em&gt; smart&lt;/em&gt;, bisa dipastikan kehidupan kita akan punya warna, punya ciri, dan berkualitas. &lt;strong&gt;Manfaatkan waktu yang begitu berharga&lt;/strong&gt;! Seperti pepatah berbunyi, &lt;em&gt;time is money&lt;/em&gt; (waktu adalah uang). Tetapi lebih dari itu, &lt;em&gt;time is life&lt;/em&gt; (waktu adalah nyawa)...!  &lt;br /&gt;Salam sukses, LUAR BIASA!!&lt;br /&gt;Oleh : Andrie Wongso&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-1367465343771506524?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/1367465343771506524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/kakek-berusia-10-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/1367465343771506524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/1367465343771506524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/kakek-berusia-10-tahun.html' title='Kakek Berusia 10 tahun'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S53h_mRXenI/AAAAAAAAADs/nyKkR7NlnJE/s72-c/kakek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-2910020202187858008</id><published>2010-03-15T13:13:00.000+07:00</published><updated>2010-03-15T13:13:22.945+07:00</updated><title type='text'>Saya Ingin Mati Saja . . .</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S53P8pbTGMI/AAAAAAAAADc/VSQmYLpHGIw/s1600-h/penyesalan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S53P8pbTGMI/AAAAAAAAADc/VSQmYLpHGIw/s320/penyesalan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seorang pria setengah baya mendatangi seorang guru, “Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yg saya lakukan sll berantakan. Saya ingin mati.”&lt;br /&gt;Sang Guru tersenyum,  “Oh, kamu sakit.”&lt;br /&gt;“Tdk Guru, saya tdk sakit. Saya sehat. Hanya jenuh  dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”&lt;span id="more-2789"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seolah-olah tdk mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan. Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.”&lt;br /&gt;“Tdk Guru… Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak  ingin hidup.” Tolak pria itu&lt;br /&gt;“Jd kamu tidak ingin sembuh. Kamu  betul-betul ingin mati?”&lt;br /&gt;“Ya, memang saya sudah bosan  hidup.”&lt;br /&gt;“Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; botol obat ini. Setengah diminum malam ini, setengah lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.”&lt;br /&gt;Giliran dia menjadi bingung. Setiap Guru yang ia datangi selama ini selalu berupaya utk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, krn ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dgn senang hati.&lt;br /&gt;Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun tsb. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tdk pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati… terbebaskan dari segala macam masalah.&lt;br /&gt;Malam itu, ia memutuskan utk makan malam bersama keluarga di restoran masakan Jepang. Sesuatu yg sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget! Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, “Sayang, aku mencintaimu.” Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!&lt;br /&gt;Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda utk melakukan jln pagi. Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu utk dirinya, satu lagi utk istrinya. Krn pagi itu adl pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali, “Mas, apa yg terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, mas.”&lt;br /&gt;Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dgn setiap orang.  Stafnya pun bingung, “Hari ini, Bos kita kok aneh ya?”&lt;br /&gt;Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mrk pun menjadi lembut. Karena itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.&lt;br /&gt;Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Mas, sekali lagi aku minta maaf, kalau slm ini aku sll merepotkan kamu.” Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Ayah, maafkan kami semua. Slm ini ayah selalu stres krn perilaku kami semua.”&lt;br /&gt;Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup mjd sgt indah. Ia membatalkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dgn setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?&lt;br /&gt;” Ya Tuhan, apakah maut akan datang kepadaku. Tundalah kematian itu ya Tuhan. Aku takut sekali jika aku hrs meninggalkan dunia ini ”.&lt;br /&gt;Ia pun buru-buru mendatangi sang Guru yang telah memberi racun kpdnya. Sesampainya dirumah Guru tersebut, pria itu mengatakan bahwa ia akan membatalkan kematiannya. Krn ia takut sekali jika ia harus kembali kehilangan semua hal yang telah membuat dia mjd hidup kembali.&lt;br /&gt;Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, sang Guru berkata “Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dpt menjemputmu kpn saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jln menuju ketenangan.”&lt;br /&gt;“Hiduplah seolah-olah kamu akan mati esok, Belajarlah seolah-olah kamu hidup selamanya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Postingan : AntonHuang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-2910020202187858008?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/2910020202187858008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/saya-ingin-mati-saja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/2910020202187858008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/2910020202187858008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/saya-ingin-mati-saja.html' title='Saya Ingin Mati Saja . . .'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S53P8pbTGMI/AAAAAAAAADc/VSQmYLpHGIw/s72-c/penyesalan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-3239802754039105016</id><published>2010-03-15T13:00:00.001+07:00</published><updated>2010-03-15T13:14:09.048+07:00</updated><title type='text'>Mengejar Kelinci</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S53M9FNlVGI/AAAAAAAAADU/ZIJBrATuOrw/s1600-h/kelinci.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S53M9FNlVGI/AAAAAAAAADU/ZIJBrATuOrw/s320/kelinci.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ada sebuah kisah Tiongkok yang saya  dengar&lt;br /&gt;Seorang murid berkata pada gurunya,&lt;br /&gt;“Guru, bila saya belajar  tidak hanya dari Anda, tetapi juga dari guru-guru yang lain, bukankah ilmu saya  akan berlimpah ?”&lt;span id="more-2792"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sang guru tersenyum, menatap lembut sang murid, lalu  berkata,&lt;br /&gt;“Dia yang mengejar mengejar dua kelinci (pada waktu bersamaan),  tidak akan mendapatkan kelinci!”&lt;br /&gt;Sang murid bingung, dan  terpekur;&lt;br /&gt;“Bukankah 1+1 =2, dan 2+2=4 ? artinya 2 guru + 2 guru = 4 ilmu ?  “.&lt;br /&gt;Sang guru, seakan-akan dapat membaca pikiran muridnya,  melanjutkan;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Dalam kehidupan ini, tidak semua ilmu yang kamu pelajari akan terpakai. Hanya segelintir ilmu yang akan kamu gunakan untuk memperbaiki kualitas hidupmu”.&lt;br /&gt;“Hidup ini terlalu singkat, untuk dapat mempelajari semua ilmu. Bila kamu mempelajari semua ilmu, lalu memilah-milah ilmu yang terbaik untukmu, kapankah kamu punya waktu untuk menerapkannya ?”&lt;br /&gt;“Tujuan belajar adalah bukan untuk mengetahui, tetapi untuk menerapkan, untuk kemakmuran dan kebahagiaanmu, serta masyarakat di sekelilingmu” .&lt;br /&gt;Sang murid, dengan  mimik muka serius, bertanya;&lt;br /&gt;“Lalu, bagaimanakah caranya mendapatkan ilmu terbaik, yang terhebat dan dalam waktu cepat mengantarkan kita pada kesuksesan ?”.&lt;br /&gt;Sang guru, kembali tersenyum, dan menjawab dengan  lembut,&lt;br /&gt;“Tidak ada guru yang terbaik, dan tidak ada ilmu yang terbaik. Yang terbaik tahun lalu, belum tentu terbaik di tahun mendatang.”&lt;br /&gt;“Lalu,  siapakah yang terbaik?”&lt;br /&gt;“Semua ilmu itu baik, asal cocok dengan pengguna ilmunya. Kecocokan dalam bakat, sifat, kepribadian dan juga kecenderungan si pengguna, akan sangat menentukan kecepatan penguasaan ilmu tersebut”.&lt;br /&gt;“Daripada menghabiskan waktu untuk mencari banyak ilmu, lalu memilah-milah yang terbaik, bukankah lebih mudah bagimu untuk mencari hanya seorang guru yang sesuai, lalu Anda belajar sebanyak-banyaknya, dan sedalam-dalamnya, dari Beliau ?”&lt;br /&gt;Sang guru mengakhiri percakapan dengan  sebuah renungan.&lt;br /&gt;“Dalam kehidupan, manusia lebih menghargai banyak dari  pada dalam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Postingan : AntonHuang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-3239802754039105016?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/3239802754039105016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/mengejar-kelinci.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/3239802754039105016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/3239802754039105016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/mengejar-kelinci.html' title='Mengejar Kelinci'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S53M9FNlVGI/AAAAAAAAADU/ZIJBrATuOrw/s72-c/kelinci.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-6183330609112569109</id><published>2010-03-15T12:40:00.001+07:00</published><updated>2010-03-15T12:41:34.543+07:00</updated><title type='text'>Belajar Sabar</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S53IJPcqBaI/AAAAAAAAADM/QHj04EWdFv0/s1600-h/sabar.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S53IJPcqBaI/AAAAAAAAADM/QHj04EWdFv0/s320/sabar.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Pagi, saat akan berangkat menuju tempat kerja, aku sudah disuguhi pemandangan yang sungguh tidak mengenakkan, paling tidak buatku. Di tengah kemacetan lalu lintas pagi, dari dalam angkot yang aku tumpangi, aku melihat dua orang pengendara motor, keduanya bapak-bapak bersitegang. Entah bagaimana awal kejadiannya, bapak pengendara motor yang satu membentak bapak pengendara motor lainnya, dari raut wajahnya kelihatan sekali si bapak sangat marah dengan bapak yang satunya lagi. Untunglah si bapak yang dibentak, entah karena merasa bersalah atau tidak ingin ribut, berusaha tidak melayani kemarahan si bapak tadi. Ia mengelus pundak si bapak yang membentaknya, sambil berkata dengan cara yang halus dan sopan. Sayup-sayup dari kaca jendela yang terbuka, aku dengar si bapak yang sabar itu mengucapkan kata maaf. Tapi ungkapan maaf itu ternyata tidak direspon dengan baik, si bapak yang marah tetap membentak-bentak bahkan menendang motor bapak yang minta maaf tadi, sambil ngeloyor pergi. Meski tidak sampai jatuh, bapak yang sabar itu, jadi kelihatan kesal dan tidak terima dengan perlakuan tadi. Ia pun bergegas hendak mengejar &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;orang yang sudah memperlakukannya dengan kurang baik itu. Untunglah pengendara motor lainnya yang menyaksikan adegan itu, mencegah dan memintanya untuk bersabar. Si bapak tadipun mengurungkan niatnya, tidak jadi mengejar bapak yang sudah membentak-bentaknya dengan kasar.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Bukan aku saja yang lega melihat kesabaran si bapak itu, tapi aku lihat seluruh penumpang di angkot yang aku tumpangi tanpa sadar juga bernafas lega. Ah.... sebuah pemandangan yang tidak indah sama sekali untuk mengawali hari, kataku dalam hati.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Sepanjang perjalanan, adegan barusan terus bermain-main di benakku. Pertanyaan-pertanyaan yang mengusik hatiku, mengapa orang bisa sedemikian kasar pada orang lain bahkan hanya untuk hal-hal yang sepele, mengapa orang menjadi begitu cepat hilang kesabaran, mengapa begitu sulit memaafkan pada orang yang sudah meminta maaf. Dalam hati aku memuji sikap sabar si bapak yang minta maaf tadi dengan tetap berkata halus meski sudah dibentak-bentak. Inilah gambaran orang yang hidup di kota Metropolitan, pikirku. Di tengah kehidupan kota Jakarta yang penuh dengan persaingan, ditambah lagi tuntutan hidup yang makin tinggi, setiap orang bergerak serba ingin cepat, ingin saling mendahului, pokoknya siapa cepat dia dapat. Kondisi semacam ini membuat orang tertekan, sehingga mudah marah, stress, bersikap individualistis dan jadi tidak sabaran. Hampir setiap pagi aku melihat pengendara motor yang malas antri macet sampai nyelip-nyelip bahkan menggunakan trotoar yang diperuntukkan buat pejalan kaki, pengendara mobil yang membunyikan klaksonnya berulang-ulang karena tidak sabar menunggu di belakang metromomini yang sedang berhenti karena menurunkan penumpang, sopir angkotan umum yang kebut-kebutan karena tidak sabar ingin mengejar setoran, dan masih banyak contoh lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Tapi.... saya jadi teringat pengalaman saya sendiri beberapa hari ini. Pekerjaan yang menumpuk, dikejar tenggat waktu dan sejumlah persoalan pribadi yang belum terselesaikan, membuat saya sering &lt;i&gt;ngedumel&lt;/i&gt;, mudah tersinggung dan hilang kesabaran. Hanya menunggu antrian di kamar mandi saja sudah membuat saya kesal, menunggu mesin foto kopi yang sedang diperbaiki saja, cukup membuat saya cemberut seharian. Saya betul-betul jadi orang yang tidak sabaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Melihat kejadian di jalan tadi, saya tiba-tiba sadar bahwa akibat sikap saya itu ada orang yang secara tak sengaja sudah saya dzalimi. Saya masih ingat, bagaimana ekspresi wajah kecewa ponakan saya yang masih berusia dua tahun, ketika dengan nada ketus saya bilang 'capek' ketika ia merengek-rengek mengajak saya bermain-main dengan mobil-mobilan kecilnya sepulangnya saya dari kantor. Saya seperti tersadar mengapa keponakan saya yang lucu dan manis itu, tiba-tiba saja menolak saya peluk, mungkin kerena sikap saya kemarin. Astaghfirullah...... saya merasakan ada air hangat di pelupuk mata saya dan rasa penyesalan yang dalam. Sedikit tekanan dan persoalan saja ternyata telah mengalahkan kesabaran saya.....bagaimana jika saya menghadapi cobaan dan tekanan hidup yang lebih besar lagi? Apakah saya masih mampu bersabar menghadapinya?&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Saya merasa menjadi orang yang kalah. Kalah memerangi hawa nafsu dan mempertahankan kesabaran saya. Padahal sabar adalah salah satu ciri orang yang beriman dan bertaqwa. Saya kembali teringat sebuah artikel di koran yang pernah saya baca. Dalam artikel itu disebutkan, Rasulullah, Nabi Muhammad Saw yang mulia pernah mengatakan bahwa sabar adalah bagian dari iman. Lalu, saya buka lagi buku catatan kecil yang selalu saya bawa dalam tas saya, di sana ada catatan sejumlah firman Allah dalam Al-Quran tentang perntingnya memiliki sifat sabar.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya hanya orang-orang yang sabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS Az-Zumar,10)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;&lt;i&gt; ''Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga serta bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.'' (QS Ali Imran: 200).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;&lt;i&gt;"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah ) dengan sabar dan sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang khusyu." (QS Al-Baqarah,45)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Aku meresapi kembali ayat-ayat Al-Quran itu. Ah... bersikap sabar itu memang tidak mudah, apalagi ketika menghadapi persoalan berat atau merasa didzalimi oleh orang lain. Tapi itulah ujian bagi umat manusia. Ujian atas keimanannya. Bukankah Allah Swt juga mengatakan, belum sempurna iman seseorang sebelum Ia mengujinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Wajah keponakanku yang polos itu kembali terbayang di mataku, wajah bapak pengendara motor yang meminta maaf dalam keributan kecil tadi kembali melintas, betapa kerdil sikapku dan lemahnya imanku belakangan hari ini. Sabar... sungguh sebuah kata yang mudah diucapkan tapi kadang sulit dilakukan, kecuali orang-orang yang memiliki kadar keimanan dan ketaqwaan yang tinggi pada Allah Swt, yaitu orang-orang yang khusyu'.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Sesampainya di kantor, aku segera berwudhu, menuju mushola kecil di belakang gedung dan menunaikan sholat Dhuha. Aku memohon ampunan pada Allah yang Maha Rahmah dan aku memohon agar senantiasa diberi kekuatan dan kesabaran dalam menjalani kehidupan yang penuh ujian dan cobaan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;&lt;i&gt;" Robbanaa afrigh 'alaina shabraw wa tawaffanaa muslimin."&lt;br /&gt;(Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepadaMu ).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Jakarta, 8 Februari 2006&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;rubina_zalfa at yahoo dot com&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-6183330609112569109?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/6183330609112569109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/belajar-sabar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/6183330609112569109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/6183330609112569109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/belajar-sabar.html' title='Belajar Sabar'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S53IJPcqBaI/AAAAAAAAADM/QHj04EWdFv0/s72-c/sabar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-4581361606433468650</id><published>2010-03-15T12:18:00.000+07:00</published><updated>2010-03-15T12:18:56.524+07:00</updated><title type='text'>Tengok Ke Dalam Sebelum Bicara</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S53DFHBRsVI/AAAAAAAAADE/bjEHGDdjMHg/s1600-h/cermin.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S53DFHBRsVI/AAAAAAAAADE/bjEHGDdjMHg/s320/cermin.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ada sebuah kisah kecil, ketika saya masih aktif bersama teman-teman di organisasi remaja masjid kampung saya. Namun kisah kecil ini telah menjadi 'prasasti' indah dalam kehidupan saya sampai sekarang.&lt;br /&gt;Waktu itu kami sedang giat-giatnya menggelar usaha keagamaan. Tiba-tiba di belakang masjid kami, salah seorang warga membuka rumahnya untuk dijadikan tempat judi togel.&lt;br /&gt;Setiap malam orang-orang ramai berkumpul di situ. Karena dari pihak desa tidak ada reaksi apa-apa terhadap judi itu, maka kami bersepakat untuk negosiasi dengan warga itu. Agar kegiatan yang banyak merugikan masyarakat itu dihentikan saja.&lt;br /&gt;Dengan semangat, kami bersepakat untuk mendatangi tempat tersebut. Namun sebelum berangkat, ada salah satu senior kami yang mengingatkan. Ia berkata pada kami. "Ini kerja besar.Ini perjuangan berat. Jangan gegabah kita melangkah. Kita harus &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;lebih siap lagi untuk maju ke medan 'jihad' ini. Ada sesuatu yang harus kita laksanakan dulu sebelum kita maju kesana."&lt;br /&gt;Senior kami itu menyarankan agar kami mengoreksi diri dulu. Sudah sejauh mana ibadah harian kita kepada Allah. Sudah sejauh mana komitmen kita terhadap apa yang diperintahNya dan apa yang dilarangNya.&lt;br /&gt;Ahirnya, selama beberapa hari, kami disarankan untuk sebisa mungkin sholat wajib berjamaah. Kita juga harus bangun malam untuk qiamullail. Yang biasanya jarang puasa Senin Kamis, sekarang amalan Nabi itu harus dilaksanakan dengan intensif. Pokoknya, senior kami itu menyarankan agar sebisa mungkin mengaplikasikan bentuk ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT. Tidak hanya bentuk "amar ma'ruf" saja, tapi mesti diiringi juga dengan "nahi mungkar." Seperti yang masih merokok untuk segera meninggalkan perbuatan mubah itu.&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, saat hari 'H' sudah tiba, kami berkumpul lagi. Namun kami tidak jadi menemui bandar togel itu. Sebab, dengan izin Allah, orang itu sudah menutup total usahanya. Rupanya ia sudah kembali berprofesi seperti biasa, yaitu sebagai kuli bangunan. Kami merasa gembira sekali. Dan semua ini sudah jelas merupakan pertolongan dariNya. Entah apa yang terjadi seandainya kami menyikapi perbuatan salah seorang warga di dekat masjid itu dengan emosional pada waktu itu, tanpa mengindahkan nasehat senior kami.&lt;br /&gt;Apakah ini sebuah kemenangan sebelum bertanding? Tidak juga. Sebab kami telah berjuang dulu, berjuang menaklukan napsu diri. Bukankah ini juga jihad besar?&lt;br /&gt;Pantas, jika sahabat Umar ra. sebelum berangkat perang dengan orang kafir, selalu memeriksa pasukannya sedetil mungkin. Mereka yang malamnya tidak qiamullail, sementara jangan ikut ke medan jihad dulu. Kata Khalifah kedua itu: "Saya tidak takut dengan musuh yang banyak, tapi saya lebih takut kepada banyaknya dosa yang kita bawa. Sehingga kita akan kesulitan mendapatkan pertolongan dari Allah SWT."&lt;br /&gt;Dan sejarah juga mencatat gemilangnya perang Badar bagi kaum muslimin. Padahal erbandingan jumlah pasukan antara kaum muslimin dan kafir sama sekali tidak seimbang. Tentu sudah bisa dipastikan bahwa salah satu faktor kemenangan kaum muslimin adalah karena kwalitas iman orang muslim masa itu yang sangat prima. Dan tentunya sangat minim dengan dosa-dosa. Tidak seperti kami di jaman ini.&lt;br /&gt;Saya hanya bisa berpikir, seandainya saya, keluarga saya, lingkungan saya, atau skup yang lebih luas lagi negri saya, dalam mengatasi masalah berkiblat dengan cara mereka, mungkin Allah pun akan memberi kemudahan dalam mengatasi berbagai masalah.&lt;br /&gt;Ya, tentunya harus dimulai dari pribadi masing-masing. Sebab tak mustahil, bahwa saya, kita-kita inipun ternyata ada dalam barisan orang-orang yang menghambat pertolongan Allah.&lt;br /&gt;Sampai sekarang pesan senior kami di organisasi remaja masjid bertahun-tahun lalu itu, selalu terngiang ditelinga saya, manakala ada sesuatu pekerjaan yang harus berhubungan dengan orang banyak. Pesan yang pendek, namun sangat berarti: "Bacalah dirimu! Sebelum kau baca orang lain!" Atau dalam bahasa populer penyanyi ballada Ebiet G Ade: "Tengoklah ke 'dalam', sebelum bicara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Suswoyo&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-4581361606433468650?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/4581361606433468650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/tengok-ke-dalam-sebelum-bicara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/4581361606433468650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/4581361606433468650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/tengok-ke-dalam-sebelum-bicara.html' title='Tengok Ke Dalam Sebelum Bicara'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S53DFHBRsVI/AAAAAAAAADE/bjEHGDdjMHg/s72-c/cermin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-3386633558960875922</id><published>2010-03-06T11:19:00.000+07:00</published><updated>2010-03-06T11:19:23.076+07:00</updated><title type='text'>Rasa Syukur</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S5HXiQVZZFI/AAAAAAAAAC8/Xkt79XHVKQU/s1600-h/syukur.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S5HXiQVZZFI/AAAAAAAAAC8/Xkt79XHVKQU/s320/syukur.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH KARENA ITU AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata-Kata Diatas merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama: Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah,kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah,mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-1069"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tapi anehnya, &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi “KAYA” dalam arti yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang “kaya”. Orang yang “kaya” bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang&amp;nbsp; yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan disekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan. Seorang pengarang pernah mengatakan, “Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.” Ini perwujudan rasa syukur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan saya dengan rekan-rekan semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan gelisah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya merasa gelisah setiap mengetahui ada kawan satu angkatan yang memperoleh penghasilan di atas saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya melebihi saya. Saya menjadi gemar bergonta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi rekan-rekan saya. Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang penting gajinya lebih besar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan pernah ada habisnya. Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya dapatkan. Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput dipekarangan sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, “Lulu, Lulu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, “Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu.” Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, “Lulu, Lulu”. “Orang ini juga punya masalah dengan Lulu? ” tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, “Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi. Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, “Saya mempunyai dua anak laki-laki.Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup ditanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bersyukurlah!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan ….&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu … Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar …&lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk masa-masa sulit … Di masa itulah kamu tumbuh …&lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk keterbatasanmu … Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang …&lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru … Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu …&lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat …Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga …&lt;br /&gt;Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih … Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan …&lt;br /&gt;Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik… Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut…&lt;br /&gt;Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif …&lt;br /&gt;Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu ..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dari milis&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-3386633558960875922?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/3386633558960875922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/rasa-syukur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/3386633558960875922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/3386633558960875922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/rasa-syukur.html' title='Rasa Syukur'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S5HXiQVZZFI/AAAAAAAAAC8/Xkt79XHVKQU/s72-c/syukur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-332937240323672996</id><published>2010-03-06T10:32:00.000+07:00</published><updated>2010-03-06T10:32:14.985+07:00</updated><title type='text'>6 Bahan Renungan</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S5HMpVMUg2I/AAAAAAAAAC0/XpuH8-JI1I0/s1600-h/kogay.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S5HMpVMUg2I/AAAAAAAAAC0/XpuH8-JI1I0/s320/kogay.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Never explain yourself to any one. Because the person who likes you doesn’t need it, and the person who dislikes you won’t believe it.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jangan pernah menerangkan siapa dirimu kepada siapapun. Sebab, orang yang menyukaimu tidak membutuhkannya, sedangkan orang yang tidak menyukaimu tidak mempercayainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. When we wake up in the morning, we have two simple choice: Go back to sleep and dream, or wake up and chase those dreams. Choice is yours…&lt;/div&gt;Di saat kita bangun di pagi hari, kita memiliki dua pilihan: Kembali tidur dan bermimpi atau bangun dan mengejar mimpi itu. Pilihannya ada di kita sendiri…&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; 3. Don’t make promise when you are in joy. Don’t reply when you are sad. Don’t take decision when you are angry. Think twice…, Act wise.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jangan mengucap janji di saat kamu senang. Jangan menjawab di saat kamu sedih. Jangan mengambil keputusan di saat kamu marah. Berpikirlah dua kali, bersikaplah hati-hati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. When you keep saying you are busy, then you are never free. When you keep saying you have no time, then you will never have time. When you keep saying that you will do it tomorrow, then your Tomorrow will never come.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat kamu tetap mengatakan kamu sibuk, kamu tidak akan pernah bebas. Saat kamu tetap mengatakan kamu tidak ada waktu, kamu tidak akan pernah punya waktu. Saat kamu tetap mengatakan bahwa kamu akan mengerjakannya besok, maka hari esokmu tidak akan pernah datang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. We make them cry who care for us. We cry for those who never care for us. And we care for those who will never cry for us. This is the truth of life, its strange but true. Once you realise This, its never too late to change.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita membuat orang-orang yang peduli pada kita menangis. Kita menangis untuk orang-orang yang tidak pernah perduli pada kita. Dan kita peduli pada orang-orang yang tidak pernah menangis untuk kita. Inilah kenyataan hidup, memang aneh tapi nyata. Begitu kamu menyadarinya, tidak ada kata terlambat untuk berubah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Time is like a river. You cannot touch the same water twice, because the flow that has passed will never pass again. Enjoy every moment of life…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Waktu seperti sungai. Kamu tidak bisa menyentuh dua kali di air yang sama, karena arus yang telah berlalu tidak akan pernah datang lagi. Nikmatilah setiap kejadian dalam kehidupan ini…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dari milis&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-332937240323672996?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/332937240323672996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/6-bahan-renungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/332937240323672996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/332937240323672996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/6-bahan-renungan.html' title='6 Bahan Renungan'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S5HMpVMUg2I/AAAAAAAAAC0/XpuH8-JI1I0/s72-c/kogay.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-1434634915436004326</id><published>2010-03-06T10:17:00.000+07:00</published><updated>2010-03-06T10:17:05.990+07:00</updated><title type='text'>Belajar Dari Burung dan Cacing</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S5HJE2W_aUI/AAAAAAAAACs/SDZ17KEwe0M/s1600-h/kogay.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S5HJE2W_aUI/AAAAAAAAACs/SDZ17KEwe0M/s320/kogay.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi,maka cobalah kita ingat pada burung dan cacing. Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayang sebelumnya kemana dan di mana ia harus mencari makanan yang diperlukan. Karena itu kadang kala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan buat keluarganya, tapi kadang makanan itu cuma cukup buat keluarganya, sementara ia harus “puasa”. Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa-apa buat keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus “berpuasa”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meskipun burung lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak punya “kantor” yang tetap,&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; apalagi setelah lahannya banyak yang diserobot manusia, namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu cadas. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menenggelamkan diri kesungai. Kita tidak pernah melihat ada burung yang memilih meminum racun untuk mengakhiri penderitaannya.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-2629"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita lihat burung tetap optimis akan rejeki yang dijanjikan Tuhan. Kita lihat, walaupun kelaparan, tiap pagi ia tetap berkicau dengan merdunya. Tampaknya burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu berada di atas dan di lain waktu terhempas ke bawah. Suatu waktu kelebihan dan di lain waktu kekurangan. Suatu waktu kekenyangan dan di lain waktu kelaparan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang marilah kita lihat hewan yang lebih lemah dari burung, yaitu cacing. Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan, sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati. Tapi kita lihat, dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk mencari rejeki . Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan kepalanya kebatu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang kita lihat manusia….. …..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau kita bandingkan dengan burung atau cacing, maka sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih. Tetapi kenapa manusia yang dibekali banyak kelebihan ini sering kali kalah dari burung atau cacing ? Mengapa manusia banyak yang putus asa lalu bunuh diri menghadapi kesulitan yang dihadapi ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Padahal rasa-rasanya belum pernah kita lihat cacing yang berusaha bunuh diri karena putus asa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Dr. Leo MarcelinusHandoko, SpKJ, MSc. Psychiatrist &amp;amp; Consultant of Nerve Revitalization)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-1434634915436004326?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/1434634915436004326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/belajar-dari-burung-dan-cacing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/1434634915436004326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/1434634915436004326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/03/belajar-dari-burung-dan-cacing.html' title='Belajar Dari Burung dan Cacing'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S5HJE2W_aUI/AAAAAAAAACs/SDZ17KEwe0M/s72-c/kogay.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-1579154679806409216</id><published>2010-02-27T11:13:00.000+07:00</published><updated>2010-02-27T11:13:46.195+07:00</updated><title type='text'>Bebek . . .</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S4ib0K7T5GI/AAAAAAAAACk/CAaMq_3fz3Q/s1600-h/kogay.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S4ib0K7T5GI/AAAAAAAAACk/CAaMq_3fz3Q/s320/kogay.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ada seorang bocah laki-laki sedang berkunjung ke kakek dan neneknya dipertanian mereka. &lt;br /&gt;Dia mendapat sebuah katapel untuk bermain-main di hutan. Dia berlatih dan berlatih tetapi tidak pernah berhasil mengenai sasaran. Dengan kesal dia kembali pulang untuk makan malam. Pada waktu pulang, dilihatnya bebek peliharaan neneknya. Masih dalam keadaan kesal, dibidiknya bebek itu dikepala, matilah si bebek. Dia terperanjat dan sedih. Dengan panik, disembunyikannya bangkai bebek didalam timbunan kayu, dilihatnya ada kakak perempuannya mengawasi. Sally melihat semuanya, tetapi tidak berkata apapun.&lt;br /&gt;Setelah makan, nenek berkata, “Sally, cuci piring.” Tetapi Sally berkata, &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;“Nenek, Johnny berkata bahwa dia ingin membantu didapur, bukankah demikian Johnny?” Dan Sally berbisik, “Ingat bebek?” Jadi Johnny mencuci piring.&lt;br /&gt;Kemudian kakek menawarkan bila anak-anak mau pergi memancing, dan nenek berkata, “Maafkan, tetapi aku perlu Sally untuk membantu menyiapkan makanan.” Tetapi Sally tersenyum dan berkata, “Tidak apa-apa, karena Johnny memberitahu kalau ingin membantu.” Kembali dia berbisik, “Ingat bebek?” Jadi Sally pergi memancing dan Johnny tinggal dirumah.&lt;br /&gt;Setelah beberapa hari Johnny mengerjakan tugas-tugasnya dan juga tugas-tugas Sally, akhirnya dia tidak dapat bertahan lagi. Ditemuinya nenek dan mengaku telah membunuh bebek neneknya dan meminta ampun. Nenek berlutut dan merangkulnya, katanya, “Sayangku, aku tahu. Tidakkah kau lihat, aku berdiri dijendela dan melihat semuanya. Karena aku mencintaimu, aku memaafkan. Hanya aku heran berapa lama engkau akan membiarkan Sally memanfaatkanmu.” Aku tidak tahu masa lalumu. Aku tidak tahu dosa apakah yang dilemparkan musuh kemukamu. Tetapi apapun itu, aku ingin memberitahu sesuatu. Tuhan juga selalu berdiri di’jendela’. Dan Dia melihat segalanya. Dan karena Dia mencintaimu, Dia akan mengampunimu bila engkau memintanya. Hanya Dia heran melihat berapa lama engkau membiarkan musuh memperbudakmu. Hal yang luar biasa adalah Dia tidak hanya mengampuni, tetapi Dia juga tidak mengingat-ingat lagi dosamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dari postingan Antonhuang" &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-1579154679806409216?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/1579154679806409216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/02/bebek.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/1579154679806409216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/1579154679806409216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/02/bebek.html' title='Bebek . . .'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S4ib0K7T5GI/AAAAAAAAACk/CAaMq_3fz3Q/s72-c/kogay.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-3124887385412677860</id><published>2010-02-25T15:08:00.000+07:00</published><updated>2010-02-25T15:08:02.130+07:00</updated><title type='text'>Seperti Wortel Kah?? Telur Kah?? Atau Kopi??</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S4Yv1wmfx2I/AAAAAAAAACc/zjSpciT6MSI/s1600-h/kogay6.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S4Yv1wmfx2I/AAAAAAAAACc/zjSpciT6MSI/s320/kogay6.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?”"Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi ‘kesulitan’ yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu termasuk yang mana?,” tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?” Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;### : “Ada raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu menahan raksasa itu kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;by : dudung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-3124887385412677860?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/3124887385412677860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/02/seperti-wortel-kah-telur-kah-atau-kopi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/3124887385412677860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/3124887385412677860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/02/seperti-wortel-kah-telur-kah-atau-kopi.html' title='Seperti Wortel Kah?? Telur Kah?? Atau Kopi??'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S4Yv1wmfx2I/AAAAAAAAACc/zjSpciT6MSI/s72-c/kogay6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-5770384361952139647</id><published>2010-02-23T11:28:00.001+07:00</published><updated>2010-02-24T12:33:25.422+07:00</updated><title type='text'>Pantulan Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S4S6DKBXFUI/AAAAAAAAACM/DQh9hvD4_do/s1600-h/padang-bukit.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ct="true" src="http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S4S6DKBXFUI/AAAAAAAAACM/DQh9hvD4_do/s320/padang-bukit.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. “Aduhh!” jeritannya memecah&lt;br /&gt;keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, “Aduhh!”. Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, “Hei! Siapa kau?” Jawaban yang terdengar, “Hei! Siapa kau?” Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan,&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;si anak berseru, “Pengecut kamu!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa. Ia bertanya kepada sang ayah, “Apa yang terjadi?” Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, “Anakku, coba perhatikan.” Lelaki itu berkata keras, “Saya kagum padamu!” Suara di kejauhan menjawab, Saya kagum padamu!” Sekali lagi sang ayah berteriak “Kamu sang juara!” Suara itu menjawab, “Kamu sang juara!” Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah menjelaskan, “Suara itu adalah gema, tapi sesungguhnya itulah kehidupan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;### ” Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakan kita. Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. Bila kita ingin mendapatkan lebih banyak kebaikan di dunia ini, maka berbuat baiklah kita kepada sesama. Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kita berikan kepadanya, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan diri kita sendiri.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-5770384361952139647?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/5770384361952139647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/02/pantulan-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/5770384361952139647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/5770384361952139647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/02/pantulan-kehidupan.html' title='Pantulan Kehidupan'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S4S6DKBXFUI/AAAAAAAAACM/DQh9hvD4_do/s72-c/padang-bukit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-288213613393411349</id><published>2010-02-22T12:05:00.001+07:00</published><updated>2010-02-24T12:36:43.441+07:00</updated><title type='text'>Batu Kecil</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S4S63H5aQVI/AAAAAAAAACU/hP_vR1LO33o/s1600-h/batu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ct="true" src="http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S4S63H5aQVI/AAAAAAAAACU/hP_vR1LO33o/s320/batu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya.&lt;br /&gt;Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, ia mencoba &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;melemparkan uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu&lt;br /&gt;lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang kedua pun memperoleh hasil yang sama. Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit, temannya menengadah ke atas? Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;### ” Terkadang Allah ingin menguji kita dengan cobaan yang ringan untuk membuat kita menengadah kepada-Nya, bisa jadi limpahan harta juga termasuk cobaan untuk kita. Seringkali Allah melimpahkan segala rahmat, nikmat, dan karunia yang sangat banyak kepada kita namun itu tidak cukup membuat kita menengadah kepada-Nya sehingga kita harus dilempar dengan ‘batu kecil’ agar kita selalu tetap di jalan-Nya. Wallahu alam”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-288213613393411349?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/288213613393411349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/02/batu-kecil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/288213613393411349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/288213613393411349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/02/batu-kecil.html' title='Batu Kecil'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S4S63H5aQVI/AAAAAAAAACU/hP_vR1LO33o/s72-c/batu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-1909241904692274440</id><published>2010-02-19T10:14:00.000+07:00</published><updated>2010-02-21T12:33:39.647+07:00</updated><title type='text'>Usaha Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34B3H-gcAI/AAAAAAAAABQ/t15HAXiN5jg/s1600-h/kogay2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34B3H-gcAI/AAAAAAAAABQ/t15HAXiN5jg/s320/kogay2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="color: white;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Sementara si petani, sang pemiliknya, memikirkan apa yang harus dilakukannya.Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi tidak berguna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;menolong si keledai. Ia mengajak tetangganya untuk membantu-nya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="color: white;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;ia meronta-ronta. Tetapi kemudian, ia menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang melihatnya.Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan.Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;itu, namun si keledai juga terus menguncangkan badannya dan kemudian melangkah naik. Si keledai akhirnya bisa meloncat dari sumur dan kemudian melarikan diri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="color: white;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;*** “ Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari “sumur” (kesedihan dan masalah) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati kita) dan melangkah naik dari “sumur” dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari “sumur” yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah. Guncangkanlah hal-hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik...”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;by &lt;/span&gt;&lt;a href="http://ceritahikmah.wa2n.web.id/author/shella/" style="color: white;" title="Posts by shella"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;shella&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-1909241904692274440?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/1909241904692274440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/02/usaha-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/1909241904692274440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/1909241904692274440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/02/usaha-kehidupan.html' title='Usaha Kehidupan'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34B3H-gcAI/AAAAAAAAABQ/t15HAXiN5jg/s72-c/kogay2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-5104480078166230511</id><published>2010-02-19T10:09:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T10:09:46.629+07:00</updated><title type='text'>Susunan Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34A7nhDr6I/AAAAAAAAABI/ZIBN84GCOis/s1600-h/kogay3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34A7nhDr6I/AAAAAAAAABI/ZIBN84GCOis/s320/kogay3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Suatu sore, Zahra sedang duduk bersama ayahnya di ruang keluarga. Keduanya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Zahra, gadis kecil berumur 5 tahun itu sedang bermain dengan buku gambarnya. Sedang sang ayah, tampak tekun membaca majalah.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-486"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian, &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Zahra mendekati ayahnya. Ia lalu bertanya, “Ayah, ini gambar apa? Belum selesai ayahnya menjawab, Zahra kembali bertanya, “Kok, hewan ini ada buntutnya? Sang Ayah, dengan sabar menjelaskan semuanya. Disisihkannya majalah di tangannya dan dipeluknya Zahra. &lt;br /&gt;Beberapa lama berselang, Ayah lalu berkata, “Baik, kalau sudah selesai, ayo teruskan saja sendiri ya, sayang. Ayah sibuk. Zahra pun kembali ke tempatnya semula.&lt;br /&gt;Namun, belum lima menit usai, Zahra kembali datang dan bertanya banyak hal. Dia mengoceh tentang hewan, hingga hal-hal yang diluar khayalan. Ayah pun mulai tampak segan dengan semua pertanyaan itu. Sebab, ia ingin sekali menyelesaikan bacaannya. “Ah, kalau saja aku bisa menyibukkan anak ini dengan pekerjaan lain, ” gumam Ayah,” tentu, ia tak akan membuatku repot. Begitu pikirnya dalam hati.&lt;br /&gt;Aha, Ayah pun menemukan ide. Diambilnya gambar rumah dari sebuah majalah lama. Dan diguntingnya gambar itu menjadi beberapa bagian. Ia ingin membuat puzzle!. Tentu, anak umur 5 tahun, akan sulit sekali menyusun puzzle yang bergambar rumah. Ia lalu berkata pada Zahra yang sejak tadi memperhatikannya.&lt;br /&gt;” Zahra, sekarang Ayah punya permainan. Ayo, coba susun kembali kertas ini jadi gambar rumah. Nanti, kalau sudah selesai, baru kamu boleh kembali ke sini. (–Hmm..tenanglah aku sekarang. Aku akan bisa menyelesaikan bacaanku, dan ia pasti akan sibuk sekali dengan pekerjaan ini, begitu gumam ayah.–)&lt;br /&gt;Tiba-tiba. “Aku sudah selesai!” Belum 5 menit berlalu, kini, Zahra sudah kembali dengan susunan gambar rumah itu. Ayah pun bingung, bagaimana bisa ia menyelesaikan tugas yang sulit itu? Ayah lalu bertanya, “Bagaimana caranya kamu menyusun gambar rumah ini? Pasti kamu minta tolong Bunda deh.”&lt;br /&gt;Mata bulat gadis itu berbinar, “Nggak kok. Aku membuatnya sendiri. Sebab, dibalik gambar ini, ada gambar boneka kesukaanku. Jadi, aku menyusun gambar itu saja. Ini, gambar bonekaku, aku senang sekali dengannya.&lt;br /&gt;Sang Ayah pun terdiam. Ia kalah, dan harus siap kembali menerima semua ocehan gadis kecilnya ini.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sahabat, seringkali, kita menganggap anak-anak dengan naif. Kita kerap meremehkan pola pikir yang mereka miliki. Kita, yang sok dewasa, sering berpendapat, anak kecil, bukanlah guru yang terbaik buat kehidupan. Mereka semua hanyalah penganggu, dan sesuatu yang selalu mengusik setiap ketenangan.&lt;br /&gt;Namun sayang, kita kerap salah. Dan Zahra, bisa jadi membuktikannya. Kita, seringkali menganggap dunia ini sebagai sesuatu yang sulit. Dunia, dalam pikiran kita, adalah potongan gambar-gambar yang tak runut. Potongan-potongan itu pulalah yang kita susun dengan perasaan takut. Dunia, bagi kita, adalah tempat segala masalah bersatu. Dan kita merangkainya dengan hati penuh pilu.&lt;br /&gt;Dengan kata lain, dunia, bagi kita, adalah layaknya benang kusut, yang penuh dengan keruwetan, ketakteraturan, dan kesumpekan. Dunia, bagi kita yang mengaku dewasa, adalah amarah, angkara, dengki, dan dendam, iri dan maki serta tangis dan nestapa.&lt;br /&gt;Padahal, kalau kita mau menjenguk sisi lain dunia, ada banyak keindahan yang hadir disana. Ada banyak kenyamanan dan kesenangan yang mampu diwujudkannya. Ya, asalkan kita mau menjenguknya, melihat dengan lebih tekun dan jeli. Mencermati setiap bagian dari dunia yang kita sukai.&lt;br /&gt;Jalin-jemalin kenyamanan yang dapat dirangkai dalam dunia, adalah sesuatu yang indah. Disana akan kita temukan kesejukan, ketenangan, kesunyian, keteraturan, keterpaduan dan segalanya, asalkan kita mau menjenguknya.&lt;br /&gt;Jadi, mana potongan gambar dunia mana yang akan Anda susun? Dunia yang penuh angkara, atau dunia yang penuh cinta? Dunia yang penuh duri, atau dunia yang penuh peduli? Anda sendirilah yang akan menyusun potongan-potongan gambar itu. Susunan yang Anda pilih, akan membentuk kehidupan Anda.&lt;br /&gt;Selamat menyusun potongan hidup Anda!!&lt;br /&gt;By Irfan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-5104480078166230511?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/5104480078166230511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/02/susunan-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/5104480078166230511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/5104480078166230511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/02/susunan-kehidupan.html' title='Susunan Kehidupan'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34A7nhDr6I/AAAAAAAAABI/ZIBN84GCOis/s72-c/kogay3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-39268015820725049</id><published>2010-02-19T10:00:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T10:00:34.434+07:00</updated><title type='text'>Motivasi Juga Penentu Nasib</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S33-unD4Y9I/AAAAAAAAABA/bLo3t9WXniA/s1600-h/kogay4.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S33-unD4Y9I/AAAAAAAAABA/bLo3t9WXniA/s320/kogay4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Di zaman dahulu ada seorang Jendral dari negeri Tiongkok kuno yang mendapat&lt;br /&gt;tugas untuk memimpin pasukan melawan musuh yang jumlahnya sepuluh kali lipat&lt;br /&gt;lebih banyak. Mendengar kondisi musuh yang tak seimbang, seluruh prajuritnya&lt;br /&gt;gentar kalau-kalau akan menderita kekalahan. &lt;br /&gt;Dalam perjalanan menuju medan perang, Jendral itu berhenti di sebuah altar&lt;br /&gt;vihara. Ia sembahyang dan berdoa meminta petunjuk para dewa. Sedangkan&lt;br /&gt;prajuritnya menanti di luar vihara dengan harap-harap cemas. Tak lama&lt;br /&gt;kemudian,&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; sang Jendral keluar dari vihara.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-463"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ia berteriak pada seluruh pasukannya, “Kita telah mendapat petunjuk dari&lt;br /&gt;langit.” Lalu ia mengeluarkan koin emas simbol kerajaan dari sakunya. Sambil&lt;br /&gt;mengacungkan koin itu ke udara ia berkata, “Sekarang, kita lihat apa kata&lt;br /&gt;nasib. Mari kita adakan toss. Bila kepala yang muncul, maka kita akan&lt;br /&gt;menang. Tapi bila ekor yang muncul, kita akan kalah. Hidup kita tergantung&lt;br /&gt;pada nasib.”&lt;br /&gt;Jendral lalu melempar koin emas itu ke udara. Koin emas pun berputar-putar&lt;br /&gt;di udara. Lalu jatuh berguling-guling di tanah. Seluruh pasukan mengamati&lt;br /&gt;apa yang muncul. Setelah agak lama menggelinding ke sana-kemari, koin itu&lt;br /&gt;terhenti. Dan yang muncul adalah KEPALA. Kontan seluruh pasukan berteriak&lt;br /&gt;kesenangan. “Hore..! Kita akan menang. Nasib berpihak pada kita, Ayo serbu&lt;br /&gt;dan hancurkan musuh. Kemenangan telah pasti.”&lt;br /&gt;Dengan penuh semangat Jendral dan pasukan itu bergerak menuju medan perang.&lt;br /&gt;Pertempuran berlangsung dengan sengit. Ternyata dengan keyakinan dan tekad&lt;br /&gt;yang membaja akhirnya musuh yang tak terhingga banyaknya dapat dikalahkan.&lt;br /&gt;Jendral dan seluruh pasukannya betul-betul senang. Seorang prajurit berkata,&lt;br /&gt;“Sudah kehendak langit, maka tak ada yang bisa mengubah nasib.”&lt;br /&gt;Sesampai di ibu kota mereka disambut meriah oleh seluruh penduduk. Raja pun&lt;br /&gt;terkagum-kagum mendengar kisah peperangan yang dashyat itu. Beliau bertanya&lt;br /&gt;pada sang Jendral bagaimana ia mampu mengobarkan semangat pasukannya hingga&lt;br /&gt;begitu gagah berani. Sang Jendral kemudian menyerahkan koin emasnya pada&lt;br /&gt;Raja sambil berkata, “Paduka, inilah yang memberikan mereka nasib baik.”&lt;br /&gt;Raja menerima dan mengamati koin emas itu yang ternyata kedua sisinya&lt;br /&gt;bergambar: KEPALA..!&lt;br /&gt;Pojok Renungan:&lt;br /&gt;Langit adalah adil, dan tidak ada orang yang dikecualikan. Yang bisa&lt;br /&gt;menolong dirimu adalah dirimu sendiri. (adapted from The Book of ZEN -&lt;br /&gt;Freedom of The Mind” – Tsai Chih Chung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-39268015820725049?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/39268015820725049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/02/motivasi-juga-penentu-nasib.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/39268015820725049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/39268015820725049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/02/motivasi-juga-penentu-nasib.html' title='Motivasi Juga Penentu Nasib'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S33-unD4Y9I/AAAAAAAAABA/bLo3t9WXniA/s72-c/kogay4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2504285189256006175.post-4474675212955732960</id><published>2010-02-18T10:51:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T09:35:24.241+07:00</updated><title type='text'>Nilai Diri Kita</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S3y5z72XJEI/AAAAAAAAAA4/7oNOyu5D2vE/s1600-h/kogay4.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439426751846884418" src="http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S3y5z72XJEI/AAAAAAAAAA4/7oNOyu5D2vE/s320/kogay4.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 137px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 102px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu ketika, di sebuah taman kecil ada seorang kakek. Di dekat kaket tersebut terdapat beberapa anak yang sedang asyik bermain pasir, membentuk lingkaran. Kakek itu lalu menghampiri mereka, dan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa diantara kalian yang mau uang Rp. 50.000!!” Semua anak itu terhenti bermain dan serempak mengacungkan tangan sambil memasang muka manis penuh senyum dan harap. Kakek lalu berkata, “Kakek akan memberikan uang ini, setelah kalian semua melihat ini dulu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek tersebut lalu meremas-remas uang itu hingga lusuh. Di remasnya terus hingga beberapa saat. Ia lalu kembali bertanya “Siapa yang masih mau dengan uang ini lusuh ini?” Anak-anak itu tetap bersemangat mengacungkan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi,, kalau kakek injak bagaimana? “.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kakek itu menjatuhkan uang itu ke pasir dan menginjaknya dengan sepatu. Di pijak dan di tekannya dengan keras uang itu hingga kotor. Beberapa saat, Ia lalu mengambil kembali uang itu. Dan kakek kembali bertanya: “Siapa yang masih mau uang ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap saja. Anak-anak itu mengacungkan jari mereka. Bahkan hingga mengundang perhatian setiap orang. Kini hampir semua yang ada di taman itu mengacungkan tangan. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, cerita diatas sangatlah sederhana. Namun kita dapat belajar sesuatu yang sangat berharga dari cerita itu. Apapun yang dilakukan oleh si Kakek, semua anak akan tetap menginginkan uang itu, Kenapa? karena tindakan kakek itu tak akan mengurangi nilai dari uang yang di hadiahkan. Uang itu tetap berharga Rp. 50.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, seringkali, dalam hidup ini, kita merasa lusuh, kotor, tertekan, tidak berarti, terinjak, tak kuasa atas apa yang terjadi pada sekeliling kita, atas segala keputusan yang telah kita ambil, kita merasa rapuh. Kita juga kerap mengeluh atas semua ujian yang di berikan-Nya. Kita seringkali merasa tak berguna, tak berharga di mata orang lain. Kita merasa di sepelekan, di acuhkan dan tak dipedulikan oleh keluarga, teman, bahkan oleh lingkungan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, percayalah, apapun yang terjadi, atau *bakal terjadi*, kita tak akan pernah kehilangan nilai kita di mata Allah. Bagi-Nya, lusuh, kotor, tertekan, ternoda, selalu ada saat untuk ampunan dan maaf.&lt;br /&gt;Kita tetap tak ternilai di mata Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai dari diri kita, tidak timbul dari apa yang kita sandang, atau dari apa yang kita dapat. Nilai diri kita, akan dinilai dari akhlak dan perangai kita. Tingkah laku kita. seberapapun kita diinjak oleh ketidak adilan, kita akan tetap diperebutkan, kalau kita tetap konsisten menjaga sikap kita.&lt;br /&gt;Sahabat, akhlak ialah bunga kehidupan kita. Merupakan seberapa bernilainya manusia. Dengan akhlak, rasa sayang dan senang akan selalu mengikuti kita, dan merupakan modal hidup.&lt;br /&gt;Orang yang tidak mempunyai akhlak, meskipun ia berharta, tidak ada nilainya. Meskipun dia cantik, tapi jika sikapnya buruk dan tiada berakhlak, maka kecantikannya tiada berguna baginya. Begitu pula dengan orang yang berpangkat tinggi, tanpa akhlak, dia menjadi orang yang dibenci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guys, thanks for reading. Hope u r well and please do take care. Wassalamualaikum wr wb. Salam hangat!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Irfan, di edit Kogay seperlunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2504285189256006175-4474675212955732960?l=cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/feeds/4474675212955732960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/02/nilai-diri-kita_17.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/4474675212955732960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2504285189256006175/posts/default/4474675212955732960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-hikmah-kehidupan.blogspot.com/2010/02/nilai-diri-kita_17.html' title='Nilai Diri Kita'/><author><name>KOGAY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10368305577359247299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S34GkUAwV-I/AAAAAAAAABg/-4SjFUJukI4/S220/kogay2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VnG7L37uTeo/S3y5z72XJEI/AAAAAAAAAA4/7oNOyu5D2vE/s72-c/kogay4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
